Kamis, 15 November 2018 03:57 WIB
pmk

Ekonomi

Penjualan Motor Baru 5,9 Juta Unit

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

LARIS MANIS: Honda CB150R. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID-Penjualan industri sepeda motor pada tahun ini mengalami penurunan. Hingga November 2016, penjualannya masih minus sekitar delapan persen bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. 

''Sampai November 2016, penjualannya sudah sekitar 5,9 juta unit. Sampai akhir tahun sepertinya akan lebih dari 6,1 juta unit digabungkan dengan pasar ekspor,'' ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata di Jakarta, Selasa (27/12). 

Bila mengacu pada target penjualan yang sudah direvisi sebesar 6 juta unit, sambung Gunadi, pencapaian pada 2016 memang sedikit melebihi target. Namun jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang menembus angka lebih dari 6,4 juta unit.

Untuk tahun depan, Gunadi memprediksi angkanya tidak akan jauh berbeda atau stagnan, yaitu di kisaran 6,1 juta unit. 

Pasar kendaraan roda dua diperkirakan masih akan tetap lesu, terutama di semester pertama. ''Di paruh pertama 2017 saya rasa tidak akan terjadi pertumbuhan, meskipun ekonominya tumbuh. Di paruh kedua harapannya ada perbaikan, karena itu bisa menjadi indikasi pasar sepeda motor akan naik di tahun-tahun berikutnya,'' tukasnya.

Kendati demikian, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kendaraan roda dua mencapai angka 6 triliun. Namun angka tersebut tidak termasuk pajak-pajak lainnya. 

''Pajak-pajak yang dikenakan pada kendaraan motor, maupun mobil itu 43 persen (untuk satu kendaraan dari semua total pajak yang dikenakan-Red), jumlah pajaknya itu jenisnya ada 26 jenis termasuk PPh (Pajak Penghasilan) dan macam-macam,'' jelasnya.

Namun dengan beragam jenis pajak yang ada tersebut, bukan berarti itu hal baik. Justru menurut gunadi hal tersebut harus dibenahi. ''Karena semakin banyak, semakin tidak jelas pungutannya juga tidak tahu kemana,'' tambahnya.

Gunadi mengatakan, tanpa sistem pajak yang bermacam-macam pun, kendaraan roda dua sudah memiliki peraturan perpajakan maupun biaya-biaya lainnya yang jelas. 

''Anda tidak akan dapat STNK (Surat Tanda Naik Kendaraan), kalau semua ini tidak beres. Itu satu-satunya mungkin produk yang paling jelas pungutannya oleh pemerintah adalah kendaraan bermotor. lalu kalau anda sudah bayar semua kewajiban pajak, termasuk kalau CBU (Completly Build Up) dengan bea masuk, ataupun juga itu beurpa barang terurai yang sebagian besar juga dari dalam negri itu sudah jelas semua. Bea masuk di bayar di depan, kemudian sudah jadi produk, dijual, semua perpajakannya kena. Akhirnya kalau anda mau mendaftarkan, anda harus selesaikan ini semua biar jelas. Jadi dari situlah mendapatkan yang namanya nomor plat itu,'' imbuhnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sepeda-motor 

Berita Terkait

Merawat Motor Semudah Tersenyum

Lifestyle

IKLAN