Selasa, 25 September 2018 10:28 WIB
pmk

Total Sport

Siap Boyong Istri dan Anak ke Stadion Bila Persebaya Kembali Berkompetisi

Redaktur:

FANS SETIA: Aksi Bela Persebaya yang dilakukan suporter klub Persebaya Surabaya (26/12).

Menjadi Bonek adalah keharusan bagi sebagian besar rakyat Surabaya. Tidak terkecuali Adyt Wijayanto. Bahkan, kini dia sudah mem-Bonek-kan istri dan dua anaknya.

APRIDIO ANANTA, Surabaya

INDOPOS.CO.ID - Jalanan sekitar Tugu Pahlawan Surabaya, Senin (26/12), mendadak riuh oleh ribuan Bonek yang melakukan parade. Bukan sembarang parade. Sebab, mayoritas dari mereka juga menyertakan beragam kreatifitas karya berbau Persebaya.

Tidak hanya menghibur, acara yang berlangsung jam 9.00-13.00 itu berjalan relatif kondusif dan aman terkendali. Ribuan Bonek yang jadi peserta dengan tertib berjalan dari Tugu Pahlawan hingga Jalan Wijaya Kusuma, Surabaya, destinasi terakhir parade yang bertajuk “Bela Persebaya” itu.

''Ini kali pertama saya libatkan seluruh anggota keluarga kecil saya untuk kegiatan Persebaya,'' ucap Adyt Wijayanto, salah satu Bonek yang ikut tumplek bleg meramaikan parade.

Kehadiran Adyt dan keluarga memang jadi pemandangan unik tersendiri. Pasalnya, dia beserta istri dan dua anaknya mengenakan pakaian seragam, yakni kaos raglan abu-abu dengan sablon buaya warna hijau di bagian depannya. Sangat khas Persebaya.

Apalagi, mereka juga ikut berjalan kaki dari Tugu Pahlawan hingga gedung Grahadi yang terletak di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. ''Awalnya saya ingin meneruskan jalan ke Wijaya Kusuma. Tapi, saya ingat kalau sekarang sudah berkeluarga. Anak-anak kecapekan,'' sambung pria asli Surabaya itu.

 Untuk menuju venue awal parade, Tugu Pahlawan, Adyt dan keluarga memilih untuk naik mobil dari rumah yang di Jalan Juwingan, Surabaya. Tetapi, dia tidak memarkir mobilnya di sekitar Tugu Pahlawan. Melainkan di sebuah restoran cepat saji di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.

''Dari Jalan Basuki Rahmat ke Tugu Pahlawan kami naik taksi. Daripada wara-wiri nanti malah dobel capeknya,'' sambung pria 34 tahun itu kemudian tertawa.

Adyt lantas menceritakan mengenai keluarganya yang kini sah berstatus jadi keluarga Bonek. Awalnya memang hanya dia yang Bonek. Tetapi, semua berubah sejak pacaran dengan istrinya, Dewi Astuti, pada 2002.

Tak dinyana, ternyata ayahanda dari Dewi, Wakidin, juga Bonek. ''Jadi, semasa pacaran, saya pernah beberapa kali ngajak beliau nonton Persebaya di Gelora 10 November. Saya pede aja meski belum sah jadi menantunya,'' tambah Adyt.

Diluar dugaan, Wakidin tidak keberatan dengan ajakan Adyt. Jadilah mereka sering berkolaborasi untuk ke stadion mendukung Green Force—julukan Persebaya—berlaga. ''Saya sempat kaget pas beliau juga emosi saat melihat peluang yang melayang atau Persebaya kalah. Ternyata beliau Bonek sejati,'' lanjut Adyt kemudian kembali tergelak.

Aktivitas nobar bareng mertua terus berlanjut hingga Adyt menikahi Dewi enam tahun silam. Dewi yang awalnya sama sekali tidak gandrung Persebaya, mulai terkontaminasi. ''Saya penasaran. Kok bisa mereka (Bonek) nggak pakai sandal kalau kemana-mana,'' timpal Dewi.

Atmosfer di dalam stadion juga menjadi faktor yang membuat Dewi bersedia menjejakkan kakinya di stadion untuk ikut mendukung Persebaya. ''Tapi, saya nggak mau di tribun ekonomi. Panas,'' lanjut perempuan 36 tahun. ''Padahal, sensasi Bonek kian terasa kalau ada di sana (tribun ekonomi). Saya harus ngalah untuk ke tribun utama saja demi istri,'' timpal Adyt.

Mengajak Dewi nonton Persebaya kali pertama kian berkesan. Sebab, saat itu bertepatan dengan laga pemungkas Persebaya melawan Persija di Stadion Gelora 10 November pada 23 November 2004. Kala itu, Bejo Sugiantoro dkk menang 2-1 atas Macan Kemayoran—julukan Persija—yang sekaligus menjadi kampiun Ligina X.

Setelah pertandingan itu, Adyt dan Dewi masih sempat beberapa kali menyempatkan diri mampir lagi ke stadion mendukung Persebaya, meski sudah tidak sesering dulu karena kesibukan. Namun, semuanya harus terhenti sementara pada 2013. Ya, itulah kali terakhir Persebaya berkompetisi resmi sebelum statusnya dibekukan hingga saat ini.

Nah, euforia itu terbit lagi saat parade “Bela Persebaya”. Terlebih, kini keduanya sudah dianugerahi dua buah hati yang semuanya perempuan, yakni Shofia Wijayanto berusia lima tahun dan Azzahra Wijayanto tiga tahun.

 ''Mereka semua gembira karena selain banyak kreasi dari Bonek, juga karena jalanan yang biasanya ramai kendaraan bisa kosong saat parade,'' sambung Adyt lagi.

Tahun depan, dengan makin besarnya kans Persebaya untuk kembali diikutkan dalam kompetisi resmi persepakbolaan nasional, Adyt berjanji akan mengajak semuanya ke stadion. ''Kalau dulu cuma istri, nanti dua anak saya juga ikut. Mendukung Persebaya dan menjadi Bonek sudah ada di darah dan daging kami,'' pungkasnya. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-indonesia 

Berita Terkait

Kiper Menjadi Striker

Liga Indonesia

Liga 1 2018 Lebih Baik dari Musim Lalu

Liga Indonesia

Bentrok, 4 Suporter Sepakbola Luka-luka

Liga Indonesia

Stadion Mandala yang Tak Lagi Angker

Liga Indonesia

Resmi, Tiga Bintang Sriwijaya Hengkang ke Malang

Liga Indonesia

IKLAN