Rabu, 26 September 2018 04:24 WIB
pmk

Ekonomi

Paksa 52 Perusahaan Manca Go Public

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Tiga perusahaan asing berkomitmen melakukan initial public offering (IPO) tahun ini. Hajatan penawaran saham perdana tiga calon emiten manca itu klaim Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di sektor pertambangan dan properti.

Meski begitu, otoritas bursa tidak mau mengungkap jati diri tiga perusahaan asing tersebut. ”Intinya, kami telah bicara dengan tiga perusahaan. Dua bergerak dibidang mining (pertambangan) dan satu di properti. Mereka berminat IPO tahun ini,” beber Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Kamis (5/1).

Sejatinya, trio perusahaan itu dimiliki investor domestik. Namun, menggunakan nama asing. Tiga perusahaan ini merupakan bagian dari 52 perusahaan asing dibidik karena meraup keuntungan dengan pertumbuhan pendapatan di atas 50-100 persen.

”Total kapitalisasi pasar 52 perusahaan itu bisa mencapai Rp 300-400 triliun. Nah, tiga perusahaan lumayan besar dengan ukuran medium. Tidak pantas kalau mereka ambil aset Indonesia, mereka harus listing (tercatat) di sini,” tutur Tito.

Tito mengaku telah menyerahkan nama 52 perusahaan itu kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Penyerahan itu dilakukan supaya pemerintah mendorong perusahaan masuk pasar modal Indonesia. ”Saya percaya kemampuan Bu Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memaksa perusahaan asing go puclic,” tegasnya.

Tito membeber persoalan itu kala bertemu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan. Dihadapan Luhut, Tito menyampaikan kalau pasar modal merupakan platform tepat memobilisasi dana untuk mendongkrak pembangunan Indonesia. Kemudian juga menyinggung privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). ”Privatisasi BUMN penting supaya tidak menyedot penyertaan modal negara (PMN),” tegasnya.

Sayangnya lanjut Tito, masih banyak aturan harus dipatuhi manajemen perusahaan pelat merah untuk bisa go public. UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, terutama Pasal 74 hingga 86, membuat proses perusahaan negara menjadi panjang untuk melantai di bursa. ”Saya sudah rekomendasikan ke pak Luhut untuk merevisi UU tersebut sehingga prosesnya lebih ramping,” ucapnya. (far)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #go-public 

Berita Terkait

Mahkota Kejar Dana IPO Rp 175 Miliar

Ekonomi

Hipmi Jaya Sodorkan Dua Perusahaan

Indobisnis

Belum Berani, Takut Go Public

Indobisnis

IKLAN