Jumat, 16 November 2018 11:09 WIB
pmk

Ekonomi

Biaya Penerbitan STNK dan BPKB Naik, Diler di Gorontalo Resah

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID- Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB). Peraturan ini sekaligus menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang hal sama, dan berlaku efektif mulai 6 Januari 2017.

Poin terpenting dalam PP ini adalah kenaikan tarif untuk pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia secara nasional.

Kenaikan biaya penerbitan STNK/BPKB yang mencapai 100 persen ini pun mulai membuat sejumlah diler motor di Gorontalo gelisah. Pasalnya, kenaikan biaya penerbitan STNK/BPKB itu akan mempengaruhi minat warga untuk membeli motor dan membebani diler.

Arham Mustafa, Kepala Cabang PT. Hasjrat Abadi, mengatakan, kenaikan biaya penerbitan STNK/BPKB ini akan mempengaruhi penjualan kendaraan roda dua maupun roda empat di pasaran.

Dia mengungkapkan, pada 2016 lalu, target penjualan kendaraan PT. Hasjrat Abadi terealisasi dengan baik. Kendaraan yang terjual hingga memasuki 2017 mencapai  7 ribu unit se-Provinsi Gorontalo. "Selama periode 2016, produk kendaraan bermotor roda 2 berjenis bebek maupun matic menjadi incaran masyarakat," tuturnya.

Pada tahun ini, dia menargetkan, penjualan PT. Hasjrat Abadi mencapai 8.500 unit. "Nanti ke depannya kita akan lihat perkembangannya terkait kenaikan pengurusan STNK/BPKB yang mulai berlaku hari ini (kemarin, red)," ujarnya.

Sementara itu, Andi Ariandi, pimpinan CV Anugerah Utama, Dealer Motor Honda, mengatakan, dampak kenaikan biaya penerbitan surat kendaraan bermotor belum sepenuhnya berpengaruh terhadap pembelian motor. Namun diapun menyesalkan dengan diberlakukannya peraturan tersebut, dapat mengurangi penjualan motor ke depannya.

Yang mana diketahui sepanjang tahun 2016, CV. Anugerah Utama dapat memenuhi target penjualan sebenyak 10 ribu unit. Tahun ini target penjualan 10-12 ribu unit diharapkan akan terealisasi dengan baik dan mencapai penjualan yang maksimal, dengan berbagai strategi yang akan diterapkan sehingga kenaikan biaya pengurusan surat kendaraan tidak mempengaruhi pembelian dari masyarakat itu sendiri.

"Diharapkan penjualan kedepannya akan lebih bagus, namun dengan adanya kenaikan pengurusan ini, maka dengan berbagai cara dan strategi harus dapat diterapkan . Salah satunya dengan memberikan diskon serta pembebanan biaya oleh pihak dealer bagi para konsumen," ungkap Andi. (tr-56/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #biaya-stnk-dan-bpkb 

Berita Terkait

IKLAN