Sabtu, 17 November 2018 04:06 WIB
pmk

Ekonomi

LPS Langgengkan Bunga Penjaminan

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak mengubah skema tingkat bunga penjaminan. Formula lawas tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam bentuk rupiah 6,25 persen dan valuta asing (valas) 0,75 persen di bank umun. Sedang simpanan dalam rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di kisaran 8,75 persen.

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi terkini suku bunga simpanan di perbankan. Di mana, kondisi ekonomi makro dalam negeri secara umum dinilai masih stabil, meski terdapat kenaikan bunga simpanan selama beberapa pekan terakhir tahun lalu. Itu juga mengindikasikan terjadi pengetatan likuiditas di ranah perbankan.

Memang sejak pertengahan November hingga pekan pertama Januari 2017, suku bunga pasar telah naik 5 basis points (bps) ke posisi 5,90 persen. ”Tingkat kenaikannya relatif kecil. Tetapi, kalau ditelisik lebih lanjut, itu merupakan kenaikan pertama sejak rupiah turun perlahan awal tahun ini,” tutur Fauzi di Jakarta, Kamis (12/1).

Di samping rupiah, suku bunga simpanan valas juga mengalami lonjakan. Kalau dilacak, tercatat terjadi kenaikan sejak November 2016 hingga pekan pertama Januari 2017. Selama periode itu, suku bunga pasar valas merangkak naik 7 bps menjadi 0,5 persen. Itu terjadi dipicu kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember lalu. ”Itu juga diperkuat imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS),” ulas Fauzi.

Karena itu, selanjutnya LPS bakal mencermati sejumlah faktor risiko eksternal yang potensial memengaruhi kondisi likuiditas. LPS akan terus memantau kebijakan memengaruhi perekonomian domestik termasuk kebijakan Bank Indonesia (BI), perkembangan inflasi, pergerakan kurs rupiah, dan arus modal portofolio global. ”Sejumlah faktor itu bisa menentukan gerak suku bunga domestik. Pada ujungnya, arah suku bunga penjaminan simpanan ikut terpengaruh,” tegasnya.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan diperjanjikan antara bank dan nasabah simpanan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud tidak akan dijamin oleh LPS. Karena itu, LPS mengimbau, dalam menjalankan usaha, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan begitu, bank dapat mematuhi ketentuan likuiditas perekonomian oleh bank sentral, dan pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (far)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #lps 

Berita Terkait

IKLAN