Sungguh Keji, Khezia Diperkosa Bergilir, lalu Dibunuh

INDOPOS.CO.ID- Pelaku pembunuhan bocah 5 tahun bernama Khezia mengaku menyetubuhi korban secara bergilir. Melihat korban yang berteriak histeris, pelaku nekat mencekik korban hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, jasad korban kemudian dibenamkan di lumpur kali lalu ditutup dengan karpet bekas.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Sorong Kota AKBP Edfrie Richard Maith dalam  press release di Mako Polres Sorong Kota, Kamis (12/1) siang.

Baca Juga :

Kapolres membeberkan, saat menyetubuhi dan menghilangkan nyawa Khezia para pelaku dalam pengaruh minuman keras (miras).“Mereka miras, jadi menimbulkan nafsu birahi,”tuturnya.

Dari keterangan pelaku, lanjut Kapolres, kejadian tragis yang menimpa Khezia bermula saat pelaku yang terpengaruh miras, RW alias Dn secara paksa mengambil Khezia yang  berada di dalam rumah sendirian.

 Pelaku kemudian membawa korban melewati semak –semak di belakang rumah korban. Tiba di lokasi kejadian yakni di pinggir kali mati belakang komplek Kokoda Km 8. Sedangkan  dua pelaku lainnya yakni LG alias Lw dan Nn menyusul Dn ke lokasi kejadian.

Tiba di lokasi, Dn yang terpengaruh Miras secara brutal mencabuli korban. Isakan tangis Khezia tidak dihiraukan pelaku. Usai Dn menyetubuhi korban, Nn yang juga terpengaruh Miras kemudian turut mengambil giliran.

Baca Juga :

Bule Denmark Diperkosa Petani

Setelah nafsu Nn tersalurkan, Lw turut menyalurkan nafsunya dengan menyetubuhi korban. Setelah Lw puas, ia meninggalkan korban yang terkulai lemah. Namun, Dn yang merasa belum terpuaskan kembali menyetubuhi korban.

”Kemudian korban berteriak histeris, dan pelaku mencekik korban hingga tewas,”kata Kapolres.

Melihat tubuh korban yang tidak bereaksi. Dn kemudian berinisiatif untuk membenamkan tubuh korban ke dalam lumpur kali yang tengah surut. Untuk menghilangkanj jejak, tubuh korban ditutup dengan karpet bekas yang ada di sekitar lokasi.

Para pelaku kemudian meninggalkan jasad korban yang terbenam di dalam lumpur. Tanpa mereka sadari, tangan korban menyembul ke permukaan. ”Korban di benamkan dalam lumpur, yang kelihatan hanya tangannya,”imbuh Kapolres.

Sesuai perintah Kapolda, lanjut Kapolres, pihaknya akan menindak tegas para pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya. Untuk saat ini pelaku dikenai pasal berlapis yakni UU Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHP tentang sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Jika ditotal pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

”Kami masih lakukan pengembangan. Kalau pembunuhan ini sudah direncanakan, maka hukumannya penjara seumur hidup,”tegas Kapolres.

Maith mengungkapkan, barang bukti yang telah dikantongi Polres Sorong Kota adalah robekan rok yang ditemukan disekitar lokasi yang diduga milik Khezia. Dan juga celana Dn yang meninggalkan bercak sperma.“Kami akan bawa barang bukti ke labfor untuk mengecek kebenarannya,”ungkap Kapolres.

 Saat koran ini mencoba untuk menanyakan motif pelaku, salah satu pelaku Lw hanya terdiam begitupun dengan pelaku lainnya yakni Nn dan Dn keduanya enggan untuk memberikan komentar terkait motif yang ia lakukan. “Tidak tahu,”kata Nn singkat.

 Untuk mengenang tewasnya Khezia yang dicabuli dan dibunuh secara sadis, wartawan bersama pihak keluarga korban, LSM, Badan perlindungan perempuan dan anak, dan warga Kota Sorong lakukan aksi menyalakan lilin untuk Khezia di kawasan Taman DEO Sorong, pukul 19.30 WIT.

Aksi tersebut bertujuan untuk menyuarakan kesakitan yang dirasakan Khezia sebelum nafasnya dihentikan secara paksa oleh pelaku. Sekaligus doa bersama untuk Khezia yang dipimpin oleh pendeta. “Kami minta pak polisi hukum pelaku sesuai dengan hukum, saya mohon,”kata ayah Khezia, Roy.(ayu/Radar Sorong/JPG)

Komentar telah ditutup.