Selasa, 25 September 2018 04:23 WIB
pmk

Bulutangkis

Road to All England Bukan Parameter Sesungguhnya

Ahsan/Rian Rebut Gelar Perdana
Redaktur:

ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro.

INDOPOS.CO.ID– Road to All England sudah dipatok tim pelatih ganda putra Indonesia untuk pasangan baru, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro. Gelar pembuka di awal tahun sudah mereka dapatkan dari Tiongkok International Challenge 2017 Minggu (15/1). Namun, gelar tersebut sejatinya bukanlah ukuran sebenarnya kemampuan pasangan yang baru mengikuti tiga event bersama itu.

Di final kemarin, Ahsan/Rian membungkam wakil Thailand, Potieng Trawut/Yordphaisong Nanthakam, 8-11, 11-7, 11-4, 11-7 pada pertandingan yang berlangsung di Agile Stadium of Lingshui Culture and Sports Square, Hainan, Tiongkok. Keduanya sempat tertinggal di game pertama, tetapi mampu membalikkan kedudukan dengan skema kemenangan 11 poin.

”Step pertama sudah bisa mereka lewati, tetapi memang belum teruji sepenuhnya,” terang Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Indonesia saat dihubungi Jawa Pos tadi malam (15/1). Langkah yang dijalankan Ahsan/Rian memang berawal dari nol.

Ini semata supaya keduanya bisa masuk dalam kualifikasi untuk tampil di All England 2017. Salah satu ajang major yang menjadi milestone PP PBSI di bawah komando Wiranto. Tahun lalu, hanya ganda campuran via Praveen Jordan/Debby Susanto yang bisa mendulang gelar dari tanah Inggris. Tahun ini, harapan besar tentu di sematkan untk sektor putra.

Selain Ahsan/Rian, Indonesia masih punya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang menjadi pasangan dengan peringkat terbaik. Tetapi, Ahsan/Rian memang diharapkan bisa menambah poin mereka lagi untuk menuju All England.

”Semua sudah sesuai game plan, tetapi mereka harus terus improve,” beber Herry. Komposisi permainan Ahsan/Rian saat ini memang berubah cukup signifikan. Berbeda ketika Ahsan berpasangan dengan Hendra Setiawan sebelumnya. Saat itu, Ahsan yang lebih banyak mendapatkan tugas sebagai ”tukang gebuk” di posisi belakang.

Namun, sekarang berbeda, dengan usia Ahsan yang menginjak 29 tahun, fisiknya jelas berbeda ketimbang empat tahun lalu. Untuk itu, porsi berada di depan sebagai pengatur permainan lebih banyak di bebankan kepada ayah King Arsakha Ahsan dan Maritza Chayra. ”Porsinya 40% menyerang, selebihnya Ahsan berada di depan,” urai Herry IP.

Sementara itu, Ahsan menilai permainanya bersama Rian sudah memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Gelar yang mereka raih kemarin sekaligus menjadi pemacu semangat untuk mengejar ketertinggalan di peringkat dunia.

”Secara teknis, sudah sesuai rencana, tetapi masih kadang suka telat panas,” tulis Ahsan dalam pesan singkat. Dia menerangkan bahwa bersama Rian, perjuangannya menuju papan atas ganda putra dunia masih cukup berat. Tetapi, mereka tetap optimistis bisa menembus ketatnya persaingan, minimal untuk bisa menembus ke All England terlebih dahulu. (nap)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bulutangkis #totalsport 

Berita Terkait

Akbar/Winny Langsung Tersingkir di Indonesia Masters

Bulutangkis

Siapkan Pesta Medali Emas  

Asian Games 2018

Bisa-Bisa All Indonesian Final

Asian Games 2018

Sore Ini, Anthony Dkk Tantang Tiongkok di Final

Headline

Gregoria dkk Pede Habisi Hongkong

Bulutangkis

IKLAN