Internasional

Paspor RI di Insiden Penembakan Turki

Redaktur:
Paspor RI di Insiden Penembakan Turki - Internasional

BERDUKA: Seorang perempuan meletakkan rangkaian bunga di depan kelab malam Reina, Istanbul, Turki, (17/1).

INDOPOS.CO.ID – Pelaku penembakan di kelab malam Reina, Istanbul, Turki, tertangkap Senin (16/1) malam waktu setempat. Penangkapan tersebut memberikan titik terang pada misteri ditemukannya paspor Indonesia di lokasi penggeledahan pelaku penembakan. Kendati tidak terbukti ada WNI yang terlibat, penemuan paspor tersebut masih terus didalami.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir menuturkan, pihaknya melalui KBRI Ankara terus melakukan komunikasi dengan petugas keamanan setempat. Namun, hingga kini, pihak KBRI Ankara belummenerima laporan dari pihak keamanan. ”Mereka masih memerlukan waktu untuk menganalisis dokumen perjalanan yang ditemukan,” katanya saat ditemui di kantor Kemlu, Jakarta, kemarin (18/1).

Tata, sapaan Arrmanatha Nasir menambahkan, otoritas Turki memang membutuhkan waktu untuk memastikan keaslian dokumen-dokumen tersebut. ”Karena dokumennya itu bukan hanya paspor Indonesia, tapi ada juga paspor dari negara lain, mereka masih butuh waktu,” jelasnya.

”Tapi KBRI Ankara terus berkomunikasi dengan pihak terkait di sana,” lanjutnya.

Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa saat ini otoritas Turki memang sedang melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen itu. Iqbal mengatakan, dalam penggeledahan tersebut telah ditemukan sembilan paspor Indonesia. Berdasarkan paspor yang ditemukan itu, para WNI tersebut diperkirakan masuk ke wilayah Turki pada sekitar Maret hingga Agustus 2016.

”Selain paspor Indonesia, polisi juga menemukan paspor dan uang kertas dari negara sejumlah negara lainnya,” jelas Iqbal.

Dia menuturkan, berdasarkan pemeriksaan, Kepolisian Izmir telah memastikan dua hal. Yakni pada saat dokumen tersebut ditemukan, tidak ditemukan WNI pemegang identitas tersebut. ”Dari 40 orang yang ditangkap saat penggerebekan itu juga tidak satupun berkewarganegaraan Indonesia,” tuturnya.

KBRI Ankara juga sudah melakukan pengecekan dan pencocokan paspor yang ditemukan tersebut dengan data 252 WNI yang telah dideportasi pihak Turki karena tidak memegang paspor. Menurut Iqbal, WNI tersebut dideportasi karena dugaan akan menyeberang ke Suriah tanpa membawa identitas paspor. ”Dari pemeriksaan itu ternyata tidak ditemukan identitas yang sama,” katanya.

Saat ini, sembilan paspor yang ditemukan tersebut masih berada di tangan Kepolisian Izmir. Kepolisian Turki masih terus melakukan pendalaman terhadap barang-barang bukti yang ditemukan saat penggerebekan. KBRI terus memantau penanganan kasus ini dan memberikan kerja samanya kepada aparat hukum di Turki. (and)

Berita Terkait

Internasional / Halangi Pejabat Fatah Tinggalkan Jalur Gaza

Internasional / Pertimbangkan Usulan Pakta Nuklir AS

Internasional / Tambang Batu Bara Meledak, Lima Orang Tewas

Internasional / AS Hentikan Bantuan Militer ke Kamerun

Internasional / Venezuela Tunjuk Dewan Baru Citgo, Guaido Presiden Sementara

Internasional / Tiongkok-AS Memanas


Baca Juga !.