Rabu, 21 November 2018 03:20 WIB
pmk

Bulutangkis

Cari Ganti Greysia/Nitya

Redaktur:

Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari

INDOPOS.CO.ID- Ada yang berbeda dari pelatnas ganda putri bulutangkis nasional belakangan. Selama tiga hari berturut-turut, tim ganda putri pelatnas sama sekali tak menyentuh raket. Lebih dari itu, 23 atlet utama dan pratama mengikuti Gathering Tim Ganda Putri Pelatnas 2017 di Bogor, Jawa Barat, pada 16-18 Januari 2017.

Selain refreshing, acara ini juga memiliki tujuan khusus. Di samping mempererat kebersamaan, perkenalan dengan pemain dan pelatih baru, acara tersebut juga dimanfaatkan tim pelatih untuk mengenal karakter anak-anak didik mereka. Program team bonding yang dikemas tim pelatih ini memiliki esensi khusus. "Sektor ganda putri cukup rumit. Prosesnya adalah menyatukan dua pemain, pemain putri pula. Yang jadi soal, perasaannya lebih sensitif dari pemain putra," ucap Ari Subarkah, pelatih fisik ganda putri PBSI yang menyusun program tim bonding.

Permainan yang diprogramkan memang sengaja dipilih sesuai kebutuhan mereka. Di antaranya adalah mengenal karakter diri sendiri, karakter temannya, saling percaya dengan teman/partner, bagaimana atlet bisa menerima kondisi orang lain tanpa memengaruhi performanya sendiri. "Di permainan ini kelihatan sekali karakter tiap pemain seperti apa. Ada yang jiwa tidak mau kalahnya tinggi. Ada yang tidak bisa menerima kesalahan temannya.  Ada yang tidak terpengaruh dengan konflik dan tetap tampil bagus, dan sebagainya," papar Ari.

Meski demikian, tiga hari tak latihan bulutangkis, bukan berarti mereka berlatih fisik. Kondisi atlet tetap dijaga dengan sesi lari pagi di alam terbuka. Jaraknya cukup jauh hingga lebih dari 20 km. Selain itu beberapa sesi permainan juga cukup menguras stamina seperti bola tangan dan sepakbola.

"Terima kasih ya kakak-kakak semua sudah mengajak kami gathering. Selama di sini kami banyak belajar dan merasa lebih dekat sama kakak-kakak. Di pelatnas belum tentu bisa begini. Kami kadang sungkan sama senior," ujar pemain pratama kompak kepada para senior mereka. Hal ini dilakukan secara spontan para pemain. Tak ayal para seniornya dibikin terkejut.

Para senior pun menjawab dengan ucapan selamat datang di keluarga ganda putri pelatnas.

"Selamat datang adik-adik semua di tim ganda putri. Semoga kita bisa menjadi keluarga dan tim yang solid. Contohlah apa yang kalian anggap baik dari para senior. Jangan takut. Jangan sungkan,  namun tetap respek kepada senior mana pun di pelatnas. Juga respek kepada orang yang lebih tua dari kita," kata Greysia Polii mewakili pemain senior.

 

Setelah mengikuti permainan tim building dalam acara Gathering Tim Ganda Putri Pelatnas, para atlet juga mengadakan sharing session. Tiap atlet boleh mencurahkan isi hatinya. Awalnya banyak yang masih malu-malu, tetapi lama kelamaan mereka akhirnya mau ‘buka-bukaan’, baik kepada pelatih, senior, junior ataupun pasangan mainnya sendiri. Buat pelatih, ini menjadi sarana untuk mengetahui kondisi tim ganda putri saat ini. Dari sini, mereka pun tahu situasi tim dan apa yang harus dilakukan.  “Saya senang banget ya ada sesi seperti ini, apalagi buat pemain baru seperti saya. Semalam jadi bisa ngeluarin unek-unek. Soalnya disuruh pelatih juga. Jadi, mau nggak mau harus diungkapkan,” kata Febriana Dwipuji Kusuma, pemain termuda.

“Memang saya orangnya nggak enakan. Saya suka minta maaf terus sama pasangan main kalau saya mainnya lagi jelek. Tetapi saya nggak bisa marah kalau pasangan saya main jelek. Sebab, kalau marah, saya malah nggak bisa main,” tambah atlet kelahiran 19 Februari 2001 ini.

Dua pemain senior, Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari juga berbagi pengalaman dan memberi masukan kepada junior-juniornya. Ada kalanya suasana jadi mengharu biru hingga Nitya menitikkan air mata saat menceritakan perjuangannya dengan Greysia menjadi ganda putri papan atas. Usai cerita, Greysia menghampiri Nitya. Ia merangkul mantan pasangan mainnya tersebut. “Saya dan Kak Ge (Greysia) sudah tidak muda lagi, tetapi kami masih punya semangat tinggi untuk berprestasi. Jadi, kalian yang muda-muda harusnya lebih semangat,” kata Nitya.

“Kak Nitya dan Kak Greysia memang menjadi panutan buat kami. Mereka menjadi contoh yang baik. Semangat mereka luar biasa,” komentar Febriana soal kedua seniornya tersebut.

Pada hari kedua gathering, tim ganda putri mengikuti program latihan fisik berupa lari keliling desa dan air terjun di sekitar villa. Selain itu, tim ganda putri juga mengikuti sejumlah permainan dengan esensi berbeda dari sebelumnya. (bam)


TOPIK BERITA TERKAIT: #totalsport 

Berita Terkait

Indonesia Ikut Zurkhaneh, Apa Itu?

Total Sport

Jogjakarta dan Jawa Tengah Kuasai Kejurnas Korball

Total Sport

Tekuk Kalbar, Tim Voli Junior Banten Juara Grup

Total Sport

400 Peserta Ikuti Senam Pernapasan

Total Sport

IKLAN