Senin, 24 September 2018 05:10 WIB
pmk

Bulutangkis

Kiat agar Tak Lepas Label Pemain Nasional

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID- Selama empat tahun belakangan, pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi pasangan ganda putri terkuat Indonesia. Berbagai prestasi kelas dunia sudah berhasil mereka raih, termasuk memecahkan rekor absen emas ganda putri di Asian Games selama 38 tahun saat berhasil meraih naik podium juara di pesta olahraga se-Asia di Incheon 2014.

Akan tetapi, generasi pelapis setelah Greysia/Nitya masih belum berada di tataran atau level yang sama. Kesenjangan inilah yang disoroti Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI. Menurut Eng, ia sengaja memersiapkan enam pasang di sektor utama hingga 2018. Selama masa percobaan dalam dua tahun tersebut, tiap pasangan akan dinilai tiap tiga bulan. Jika tak berkembang, maka ia tak segan-segan langsung merombak pasangan tersebut.

Namun mulai 2018, ia akan memilih empat pasangan terbaik untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Eng juga akan menerapkan KPI (key performance indicator), dalam enam bulan harus mencapai nilai sebesar 60 persen. Dalam setahun pemain setidaknya harus 80 persen. Jika tidak, mereka harus rela melepas statusnya sebagai pemain tim nasional. Greysia/Nitya juga tak lagi berpasangan. Ini karena Nitya kini tengah rehat setelah operasi lutut pada Desember 2016. Ia harus absen di dunia perbulutangkisan selama enam bulan.

Karena itu, Eng pun meramu kombinasi-kombinasi baru yang diharapkan bisa menembus jajaran ganda putri elit dunia. Kalau bisa bahkan melebihi prestasi Greysia/Nitya. “Selama ini sektor ganda putri terlalu mengharapkan Greysia/Nitya. Regenerasi pelapis bagi saya masik kurang maksimal. Dari perspektif rangking memang sudah bisa, tetapi soal hasil, untuk mendekati Greysia/Nitya saja masih jauh,” sebut Eng Hian.

“Kalau Greysia/Nitya dipasangkan, saya sudah tahu titik maksimal mereka sampai di mana. Kalau ada kombinasi baru, bisa saja di bawah Greysia/Nitya. Kita sih berharap lebih dari Greysia/Nitya. Saya masih belum bisa memastikan apakah Greysia/Nitya akan kembali dipasangkan lagi atau tidak,” ujar peraih medali perunggu ganda putra di Olimpiade Athena 2004 bersama Flandy Limpele ini. “Mungkin selama ini anak-anak itu jiwa kompetisinya masih kurang. Ada yang sudah merasa cukup dengan apa yang didapat sekarang. Ada juga yang pasrah,” ucap Eng saat ditanya kendalanya dalam mencari penerus Greysia/Nitya. (bam)

Tim Ganda Putri Pelatnas 2017:

Utama :

Greysia Polii/Rosyita Eka Putri Sari

Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani

Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta

Della Destiara Haris/Apriani Rahayu

Nisak Puji Lestari/Tania Oktaviani Kusumah

Yulfira Barkah/Meirisa Cindy Sahputri

Nitya Krishinda Maheswari

Pelatih : Eng Hian

Asisten : Chafidz Yusuf

Pratama :

Phita Haningtyas Mentari/Virni Putri Jafar

Jauza Fadhila Sugiarto/Serena Kani

Vania Arianti Sukoco/Ramadhani Hastiyanti Putri

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela

Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma

Pelatih : Rudy Gunawan

Asisten : Anggun Nugroho

Pelatih Fisik : Ari Subarkah


TOPIK BERITA TERKAIT: #totalsport 

Berita Terkait

Indonesia Ikut Zurkhaneh, Apa Itu?

Total Sport

Jogjakarta dan Jawa Tengah Kuasai Kejurnas Korball

Total Sport

Tekuk Kalbar, Tim Voli Junior Banten Juara Grup

Total Sport

400 Peserta Ikuti Senam Pernapasan

Total Sport

IKLAN