Senin, 10 Desember 2018 06:11 WIB

Internasional

Hari Ini, Donald Trump Resmi jadi Presiden ke-45 AS

Redaktur:

PERSIAPAN: Sejumlah pekerja membersihkan karpet menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, hari ini.

INDOPOS.CO.ID - Hari ini (20/1) perhatian publik Amerika Serikat (AS) tertuju ke Capitol Hill. Sebab, Donald Trump akan ditahbiskan menjadi presiden ke-45 disaksikan beberapa presiden sebelumnya. Ada Barack Obama dan istri, Michelle; Bill Clinton bersama Hillary; George W. Bush dan Laura; serta Jimmy Carter yang menggandeng Rosalyn.

Sejak Rabu (18/1), aparat Washington DC sangat sibuk. Bukan hanya polisi, tetapi juga militer dan Garda Nasional. ’’Kami mengerahkan sekitar 500.000 personel keamanan dari berbagai satuan tugas untuk mengamankan Washington mulai hari ini hingga Sabtu nanti (21/1),’’ kata Christopher T. Geldart, direktur badan keamanan nasional District of Columbia.

Pengamanan pelantikan presiden kali ini merupakan yang paling besar dari segi jumlah personel keamanan. Menurut Geldart, sebelumnya tidak pernah ada pelantikan presiden yang melibatkan personel sebanyak itu. Pelantikan Trump melibatkan jumlah personel keamanan terbesar sejak berakhirnya Perang Vietnam. Itu dilakukan karena massa yang datang bukan hanya pendukung, tetapi juga pemrotes presiden kontroversial tersebut.

Kemarin (19/1) ratusan orang berunjuk rasa di Kota New York bersamaan dengan jadwal penerbangan Trump ke Washington. Sekitar pukul 10.40 waktu setempat mantan host The Apprentice itu bertolak menuju rumah sekaligus tempat kerja barunya dengan menumpang jet militer. Dia meninggalkan Andrews Air Force Base di Negara Bagian Maryland bersama keluarga. Itu penerbangan terakhir dia sebagai warga biasa.

Begitu pria 70 tahun itu meninggalkan Kota Big Apple, massa menduduki halaman Trump International Hotel di Columbus Circle. Ratusan orang tersebut menamakan diri mereka kelompok MoveOn. ’’Dari tempat ini, kami mengirimkan pesan kepada Trump dan seluruh penduduk negeri ini untuk bersatu padu demi keadilan, HAM, lingkungan hidup, dan kebebasan sipil,’’ seru Justin Krebs, salah seorang pengunjuk rasa.

Selain MoveOn, ada dua kelompok lagi yang berunjuk rasa kemarin. Planned Parenthood dan Greenpeace melakukan aksi mulai pukul 18.00 waktu setempat. Sedangkan hari ini, terdapat lebih banyak kelompok yang melakukan protes. Hingga tadi malam WIB, mereka terdiri atas 99 kelompok. Padahal, selama ini unjuk rasa pada hari pelantikan presiden hanya dilakukan maksimal enam kelompok.

’’Hari saat dia dilantik itu hari kiamat bagi Amerika yang kita kenal selama ini,’’ kata Joey Haddad, salah seorang demonstran. Seperti kelompok pendukung Trump yang berdatangan di Washington dari berbagai penjuru AS, demikian juga halnya dengan massa anti-Trump. Ted Sirota, misalnya. Dia melakukan perjalanan jauh dari Chicago hanya untuk memprotes sang pemilik Trump Tower tersebut.

Kemarin sebagian besar ruas jalan di Washington ditutup. Pemerintah setempat membagi wilayahnya menjadi dua zona. Yakni, merah dan hijau. Zona merah yang mencakup seluruh kawasan pusat kota ditutup mulai Rabu siang lalu dan dibuka pada 23 Januari mendatang. Sedangkan zona hijau ditutup mulai kemarin pagi. Tidak ada aktivitas bisnis atau perkantoran di Washington hingga pekan depan.

’’Kita semua harus waspada. Kita harus punya rencana dan kita harus bersiap-siap,’’ kata Jeh Johnson, pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri. Hingga kemarin, tidak ada ancaman keamanan berskala besar yang terdeteksi intelijen. Namun, itu tidak membuat lengah para personel keamanan. Selain rutin berpatroli, sejumlah personel keamanan sengaja tidak mengenakan seragam untuk membaur dengan masyarakat.

Beberapa waktu lalu Trump mengatakan bahwa akan ada konvoi motor yang mengiringinya dalam parade pelantikan hari ini. Dia mengklaim bahwa konvoi motor itu berpihak kepadanya. Kabarnya, motor-motor itu bermaksud  mengamankan Trump dan para demonstran. Tetapi, aparat menepis klaim tersebut. Hari ini aparatlah yang akan mengamankan Trump dan sebisa mungkin menjauhkan dia dari pengunjuk rasa. Menyadari bahwa unjuk rasa selalu menarik perhatian individu radikal atau lone wolf, aparat telah melakukan antisipasi. Dua jenis barikade, soft dan hard, disiapkan untuk mengamankan upacara pelantikan. ’’Jumat pagi (hari ini, Red) kami menempatkan truk-truk semen dan dump truck serta kendaraan besar yang lain di beberapa ruas jalan tertentu untuk mensterilkannya,’’ terang Johnson.

Tidak hanya menyiapkan aparat, pemerintah menyiagakan tenaga medis. Lima rumah sakit di Washington menjadi rujukan pertama dalam situasi darurat. Di lima rumah sakit itu, seluruh dokter bedah dilarang melakukan operasi. Tujuannya, tersedia banyak kamar jika terjadi kegawatdaruratan terkait pelantikan. Dari sisi transportasi, pemerintah setempat menyiapkan bus dan kereta tambahan pada hari ini.

Skema pengamanan pelantikan Trump itu menyedot biaya yang cukup fantastis. Konon, nilainya lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,33 triliun. Itu merupakan rekor anggaran pelantikan terbesar bagi presiden yang kebijakan anti-imigrannya malah membuat arus pendatang ke AS melonjak tinggi hingga kemarin. (AFP/Reuters/newyorktimes/theguardian/CNN/nbcnewyork/hep/c4/any)


TOPIK BERITA TERKAIT: #donald-trump 

Berita Terkait

Trump Ancam Batalkan Pertemuan dengan Putin

Internasional

Kesepakatan Brexit Lukai Perdagangan AS-Inggris

Internasional

Trump Kalah di Parlemen Dorong Penguatan Rupiah

Internasional

Hadang Imigran Gelap, Trump Kirim Tentara

Internasional

Trump Batalkan Perjanjian Nuklir, Rusia Siap Perang Dunia

Internasional

IKLAN