Selasa, 20 November 2018 06:57 WIB
pmk

Bulutangkis

All England Bidikan Pertama PBSI

Redaktur:

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman secara resmi melantik kepengurusan baru Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 2016-2020 di Hotel Atlet Century, Jakarta, Kamis (19/1/2017).Nampak Ketua Umum KONI Tono Suratman bersama ketua Umum PBSI Wiranto.

INDOPOS.CO.ID- Kabidbimpres PBSI  Susi Susanti menyebutkan tiga kejuaraan yang menjadi target utama 2017.Kejuaraan level premier yang juga merupakan kejuaraan tertua di dunia yaitu All England menjadi sasaran pertama. All England tahun ini berlangsung di Birmingham, Inggris, pada 7-12 Maret 2017. Tahun lalu, Indonesia berhasil meraih gelar All England lewat pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto.

Piala Sudirman bakal dihelat di Gold Coast, Australia, pada 21-28 Mei 2017. Kejuaraan beregu campuran bergengsi ini juga merupakan salah satu target utama tim pembinaan prestasi. Setelah satu kali menjuarai Piala Sudirman 1989, Indonesia belum berhasil membawa pulang kembali lambang supremasi beregu campuran tersebut ke Tanah Air.

Target ketiga adalah gelar di BWF World Championships 2017 yang tahun ini akan digelar di Glasgow, Skotlandia, pada 21-27 Agustus 2017. “Untuk di tahun 2017 ini kami punya target di All England, Piala Sudirman, dan Kejuaraan Dunia. Tahun ini akan ada SEA Games juga. Jangka panjangnya ada Asian Games. Saat ini kami sudah persiapkan atlet, terutama untuk kejuaraan All England yang paling dekat. Harapannya kita bisa kembali berjaya seperti dulu,” ujar Susi di sela sela pelantikan pengurus  PBSI pimpinan Wiranto di Senayan, Jakarta, kemarin.

Susi mengatakan, sistem rekturmen atlet kali ini juga berbeda. Susi kembali menghidupkan pembagian kategori atlet utama dan pratama di pelatnas. Pemain utama merupakan pemain yang sudah berlaga di level elit, sedangkan pemain pratama merupakan pemain-pemain junior yang dipersiapkan untuk regenerasi dan pembinaan jangka panjang.

“Pemilihan atlet pratama dilihat dari kriteria usia, potensi, semangat, dan attitude. Pemain-pemain junior punya waktu yang masih panjang karena usia mereka masih muda. Ini menjadi prioritas kami karena kami juga ingin ada regenerasi. Paling tidak ada pemain lapis pertama (elit), lapis kedua dan lapis ketiga,” jelas Susi.

Di kelas pratama, Susi menyebutkan dua kejuaraan yang menjadi fokus utama. Pertama, kejuaraan Asia Junior Championships 2017 yang akan berlangsung 1-9 Juli 2017. Setelah 25 tahun, akhirnya Indonesia kembali menjadi tuan rumah World Junior Championships 2017. Kota Gudeg Jogjakarta terpilih sebagai tempat penyelenggaraan WJC pada 9-21 Oktober 2017.

Ini adalah kali kedua buat Indonesia menjadi penyelenggara kejuaraan paling bergengsi di kelas U-19 tersebut. Pada 1992, Jakarta pernah menjadi tuan rumah.Tak heran jika WJC 2017 menjadi target utama bagi pemain-pemain pratama. Tentunya Indonesia ingin mencetak prestasi membanggakan, apalagi bertanding di hadapan publik sendiri. (bam)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #totalsport 

Berita Terkait

Indonesia Ikut Zurkhaneh, Apa Itu?

Total Sport

Jogjakarta dan Jawa Tengah Kuasai Kejurnas Korball

Total Sport

Tekuk Kalbar, Tim Voli Junior Banten Juara Grup

Total Sport

400 Peserta Ikuti Senam Pernapasan

Total Sport

IKLAN