Ekonomi

Emiten Bakrie Group Kuasai Transaksi

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Emiten Bakrie Group Kuasai Transaksi - Ekonomi

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di tengah kenaikan bursa global. Indeks menanjak 1,6 poin (0,03 persen) menjadi 5.293 setelah bergerak di antara 5.287-5.310. Sebanyak 133 saham naik, 173 saham turun, 112 saham tidak bergerak, dan 155 saham tidak ditransaksikan.

Pola gerak Indeks mulai menunjukkan potensi menggeser rentang konsolidasi ke arah lebih baik. Di mana, posisi support terjaga cukup kuat dengan potensi resistance 5.336 akan ditembus. Nah, kalau pergerakan Indeks mampu bertahan di atas level resistance tentu semakin memperkuat pola kenaikan dalam jangka pendek. ”Saat ini pola apresiasi ditunjang capital inflow mulai terjadi. Jadi, Indeks berpotensi menguat lebih lanjut,” tutur Analis Asjaya Indosurya Scurities William Surya Wijaya.

Apresiasi Indeks bakal didukung penguatan sejumlah saham. Misalnya, Jasa Marga (JSMR), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Unilever (UNVR), Indofood Sukses Makmur (INDF), Indofood Sukses Makmur CBP (ICBP), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bumi Serpong Damai (BSDE), XL Axiata (EXCL), dan Pakuwon Jati (PWON).

Sementara Analis NH Korindo Bhima Setiaji menyebut penguatan Indeks kemarin sejatinya didukung banyak faktor. Salah satunya optimisme indvestor global terhadap laporan kinerja emiten di Amerika Serikat (AS). Di mana, sejumlah emiten melansir hasil positif di tengah pemulihan ekonomi dunia. ”Dalam tempo tiga bulan terakhir, bursa regional Asia menuju level tertinggi,” tegas Bhima.

Di samping itu, kenaikan super tipis Indeks tersebut juga disokong gerak impresif saham-saham Bakrie Group. Maklum, berdasar data perdagangan kemarin, transaksi perdagangan 40 persen berasal dari Bakrie Group. Saham-saham Bakrie Group itu antara lain Bumi Resources (BUMI), Energy Mega Persada (ENRG), Bakrie Development (ELTY), Dharma Henwa (DEWA), Bumi Resources Meneral (BRMS), dan Bakrie Sumatera Plantation (UNSP). 

Sepanjang perdagangan, investor bertransaksi Rp 8 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 5,97 triliun, negosiasi Rp 2,02 triliun, dan tunai Rp 5 juta. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp 165,63 miliar. Sebanyak lima dari total 10 indeks sektoral menguat, dipimpin sektor industri dasar surplus 1,59 persen dan manufaktur naik 0,54 persen.

Mayoritas indeks saham Asia menguat. Indeks Nikkei225 Jepang naik 1,43 persen, Kospi Korsel menguat 0,06 persen dan Hang Seng Hong Kong terapresiasi 0,43 persen. Sebagian besar indeks saham Eropa juga menguat sejak pembukaan. Indeks FTSE100 Inggris naik 0,72 persen, DAX Jerman menguat 1,29 persen dan CAC Perancis terapresiasi 1,09 persen. Di pasar valas, nilai tukar rupiah terkoreksi 39 poin (0,29 persen) menjadi Rp 13.361 per dolar Amerika Serikat (USD). (far)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / IHSG Terperosok 13 Poin

Megapolitan / Saham Pemprov DKI Jakarta Tetap

Ekonomi / Saham Asia Dinilai Kurang Untung, Efek Tekanan Perang Dagang

Bola Dunia / Erick Thohir Bersiap Melepas Saham di Inter Milan

Nasional / Transaksi Saham Menjadi Singkat


Baca Juga !.