Technical Meeting Piala Presiden 2017 Dialihkan ke Makostrad

INDOPOS.CO.ID – Kick-off turnamen Piala Presiden 2017 tinggal sembilan hari lagi. Rencananya, turnamen pramusim itu akan digelar mulai 4 Februari mendatang. Meski begitu, masih banyak ganjalan yang belum terpecahkan. Mulai dari format pertandingan di babak delapan besar, hingga regulasi jumlah pemain asing yang bisa digunakan oleh klub peserta dalam even tersebut. 

Belum cukup disitu, laga final yang rencananya digelar pada 12 Maret pun, oleh PSSI, itu belum menjadi keputusan final. Sebab, mereka masih harus menyesuaikan jadwal final tersebut dengan agenda Presiden Joko Widodo. "Kami masih menunggu perkembangan dan informasi dari pihak istana," kata Erlangga Arya, direktur event PSSI. 

Baca Juga :

Nilmaizar: Dia Teman Saya

Nah, agar semua problem tersebut tidak berlarut-larut, PSSI berencana menggelar pertemuan kedua dengan klub peserta di Markas Komando Strategi Cadangan Angkatan Darat (Makostrad), siang nanti. Pertemuan tersebut adalah lanjutan dari technical meeting yang sempat deadlock pada Selasa (24/1) lalu. 

Khusus tentang jumlah pemain asing, Manajer Madura United Haruna Soemitro mengatakan, belum ada kata sepakat antara klub peserta dengan PSSI yang berposisi sebagai operator turnamen dengan hadiah utama sebesar Rp 3 miliar itu. "Kami baru saja dapat undangan untuk hadir di Makostrad Jakarta. Mungkin semua akan diselesaikan di sana," kata Haruna. 

Baca Juga :

Bobotoh Dapat Hadiah Supporter Terbaik

Pria asal Surabaya, Jawa Timur itu juga tidak tahu alasan apa PSSI mengundang klub-klub untuk menggelar technical meeting susulan itu di markas militer tersebut. Namun, dari beberapa wacana yang berkembang, ide untuk menggelar pertemuan di Makostrad itu untuk menghindari adanya deadlock susulan.

 

Memang, PSSI ngotot untuk menjadikan turnamen tersebut sebagai ajang uji coba sejumlah regulasi baru kompetisi Liga – 1 atau yang dulu bernama Indonesia Super League (ISL). Di antaranya adalah, pembatasan pemain asing menjadi 1 pemain asia dan 2 pemain non asia. Serta setiap klub hanya boleh diperkuat oleh pemain di atas 35 tahun sebanyak dua pemain. 

Regulasi lainnya, setiap klub harus memasukan 5 pemain dengan usia di bawah 23 tahun ke dalam daftar line up, dengan 3 dia antara mereka wajib menjadi starter. Nah, yang membuat belum ada titik temu, klub-klub peserta menunjukan resistensi terhadap pembatasan jumlah pemain asing yang diberlakukan oleh PSSI itu. 

"Kalau niat dari turnamen ini adalah ajang pemanasan dan seleksi pemain, maka seharusnya tidak ada pembatasan jumlah pemain asing," tegas Haruna. "Sampai hari ini (kemarin, Red), mayoritas klub masih satu suara, bahwa pembatasan pemain asing itu belum begitu efektif bagi klub di turnamen pra musim seperti ini," jelasnya. 

Dalam perkembangan yang sama, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengatakan, klub-klub sudah sepakat untuk menggunakan empat pemain asing dalam turnamen tersebut. Dengan catatan, hanya tiga pemain asing yang bisa berada di lapangan alias satu pemain menjadi cadangan. "Kami sepakat dengan konsep empat pemain asing," ujar Umuh. (ben/JPG)

Komentar telah ditutup.