Sabtu, 22 September 2018 08:32 WIB
pmk

Bulutangkis

Skuad Pelatnas Nyaris Sama

SEA Games 2017, Cabor Beregu Digeber April Mendatang
Redaktur:

Menpora Imam Nahrawi ketika berbicara dengan atlet Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2017 di Malaysia.

INDOPOS.CO.ID– Pelatnas atlet elit untuk menyongsong SEA Games 2017 sudah berlangsung sejak November 2016 lalu. Pada 5 Februari 2017 nanti, Satlak Prima yang menjadi pemegang wewenang kebijakan pelatnas akan bakal menambah skuad pelatnas di beberapa cabor. Hanya, diperkirakan 85 skuad yang ada sebelumnya tidak akan berubah.

Mimi Irawan, High Performance Director cabor Permainan Satlak Prima kepada Jawa Pos kemarin (31/1) menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima sejumlah nama dari Pengurus Besar cabang olahraga (cabor) terkait. Namun, untuk nama per nama, dia baru bisa menyebutkan saat keluarkan Surat Keputusan (SK) penambahan atlet baru nantinya.

”Sepintas perubahan di pelatnas tidak banyak,” ujar Mimi di kantornya kemarin. Di SK terbaru Februari ini, Mimi menjelaskan bahwa ada dua cabor permainan yang akan dimasukkan pelatnas. Antara lain polo air dan tenis meja. Untuk sekelas SEA Games, dua cabor ini sebenarnya cukup bisa diandalkan.

Khusus polo air, PB PRSI mengklaim bahwa ada kans yang cukup besar yang bisa ditampilkan para atlet mereka. Terlebih, belum lama ini mereka juga sudah menjalankan seleksi nasional masing-masing tim putra dan putri di Jakarta.

”Dengan persiapan lebih efisien dan maksimal, kami percaya bisa mengantarkan tim polo air meraih medali emas SEA Games,” kata Wisnu Wardhana, Kabidbinpres PB PRSI. Sebagai catatan, polo air punya capaian bagus di SEA Games. Pada SEA Games 2015 di Singapura lalu, tim putra mendulang medali perak, lalu tim putri dengan perunggu.

Mengaca hasil PON XIX/2016 lalu, potensi atlet polo air terlihat cukup jelas untuk bisa mewujudkan ekspektasi tersebut. Setidaknya ada waktu enam bulan ke depan untuk bisa memaksimalkan skuad yang ada demi menyongsong ajang multievent tersebut. Singapura dipercaya masih menjadi salah satu ganjalan tim Indonesia.

Sedangkan, untuk cabor permainan beregu, Satlak Prima baru akan mengeluarkan SK pada April mendatang. Ini karena, cabor tersebut seperti voli indoor, sepak bola, ataupun basket saat ini tengah menjalankan kompetisinya. Proyeksi yang ada yakni, cabor terkait tetap akan menjalankan program pelatnas secara mandiri.

Namun, Satlak Prima tetap akan memberikan support kepada cabor terkait. Salah satunya yakni fasilitas untuk gaji pelatih asing yang disiapkan sekitar Rp 60 juta per bulannya. Sebelumnya, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora menerangkan bahwa langkah yang pihaknya menggaransi untuk mengawal pelatnas agar bisa maksimal.

Terlebih lagi, Satlak Prima merupakan perpanjangan Kemenpora untuk menjalankan program pelatnas elit. Khusus sepak bola, Gatot menyatakan, Kemenpora sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendeteksi potensi atlet keturunan Indonesia di Eropa dan Qatar. ”Ini inisiatif kami dan akan segera berjalan, selanjutnya nanti PSSI yang akan melakukan follow up,” bebernya. (nap)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bulutangkis 

Berita Terkait

Akbar/Winny Langsung Tersingkir di Indonesia Masters

Bulutangkis

Siapkan Pesta Medali Emas  

Asian Games 2018

Bisa-Bisa All Indonesian Final

Asian Games 2018

Sore Ini, Anthony Dkk Tantang Tiongkok di Final

Headline

Gregoria dkk Pede Habisi Hongkong

Bulutangkis

IKLAN