Nasional

Tuding Kiai Ma'ruf Amin Jual Agama, MUI: Tulisan Deny Siregar Fitnah dan Bisa Dijerat Hukum

Redaktur: Ali Rahman
Tuding Kiai Ma'ruf Amin Jual Agama, MUI: Tulisan Deny Siregar Fitnah dan Bisa Dijerat Hukum - Nasional

Deny Siregar (kiri) bersama terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam sebuah kesempatan

INDOPOS.CO.ID - Dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian pada Selasa (31/1) lalu yang memeriksa keterangan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin muncul reaksi dari publik. Pro kontra muncul karena sikap arogan terdakwa Ahok dan kuasa hukumnya kepada Ma'ruf Amin.

Pegiat media sosial Deny Siregar yang selama ini memiliki afiliasi dukungan ke Ahok lewat laman Fanspage Deny Siregar menulis kritik terbuka disertai tudingan dan pembangunan opini bahwa Ketua MUI tidak netral dalam memutuskan sikap dan pandangan keagamaan MUI terhadap Ahok.

Dalam Fanspagenya, Deni Siregar mengatakan, apa yang harus dibanggakan dari Islam jika seorang ulamanya begini?. Dia menuding Ma'ruf Amin jangan jual murah agama ini hanya demi duniawi. Jujurlah dalam hati, waktu kita di dunia hanya sebentar dan pengadilan itu dekat.

Tulisan tersebut memantik reaksi dari netizen di kolom komentar tulisan tersebut, selama ini tulisan deny siregar juga kerap tendensius dan subjektif lebih seperti asumsi pribadi yang diklaim sebagai sebuah kebenaran tulisan dan banyak menyudutkan pihak – pihak lain dalam tulisannya tanpa fakta yang konkret.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid mengatakan, apa yang disampaikan oleh Deny tersebut sudah menyerang pribadi Kyai Ma'ruf Amin dan melecehkan lembaga MUI. Itu masuk kategori ujaran kebencian, pembunuhan karakter (character assassination) dan fitnah yang bisa dijerat hukum.

"Tulisan Deny sudah menyerang pribadi Kyai Ma'ruf Amin dan melecehkan lembaga MUI. Itu masuk kategori ujaran kebencian, pembunuhan karakter (character assassination) dan fitnah yang bisa dijerat hukum," kata Zainut Tauhid Sa'adi dalam pesan elektroniknya kepada indopos.co.id Kamis (2/2) malam. (rmn)

Berikut isi lengkap Fanspage Deny Siregar:

DUH KYAI…

Membaca jalannya sidang Ahok dengan saksi ketua MUI membuat saya merinding…

KH Ma’ruf Amin yang ketua MUI juga Rais A’am PBNU, dengan entengnya berkata fatwa yang keluar bahwa Ahok sudah menistakan agama Islam, dilakukan tanpa melakukan konfirmasi kepada yang dianggap menistakan.

Fatwa keluar begitu saja, tanpa memperdulikan bagaimana nasib orang yang terkena fatwa ?

Saya membayangkan, jika hukum syariat Islam diterapkan di Indonesia dengan keputusan berdasar fatwa seperti itu, maka akan banyak kepala orang terpenggal tanpa pernah diberi hak untuk membela dirinya.

Mengerikan…

Betapa murahnya sebuah fatwa menunjukkan betapa murahnya sebuah nyawa.

KH Ma’ruf Amin tidak bisa melepaskan diri dari ketidak-netralannya dalam mengeluarkan fatwa. Begitu cepatnya fatwa terhadap Ahok sebagai penista agama tanpa ada proses panjang, menunjukkan ada “bau” politik yang sangat kentara. Dan hanya orang bodoh yang berkata, “Tidak ada hubungannya fatwa itu dengan Pilgub DKI..”

Kedekatan KH Maruf Amin dengan SBY sebenarnya sudah bukan rahasia lagi. Politisi yang berbaju ulama ini rekam jejaknya terbaca bahwa beliau pernah ada di PPP dan PKB. Dan pada masa pemerintahan SBY, ia diberi tempat dalam Dewan Pertimbangan Presiden.

Bukan keberpihakannya yang menjadi masalah, karena keberpihakan itu adalah hak warga negara.

Tetapi menggunakan jabatan sebagai ulama dan menetapkan nasib seseorang berdasarkan keberpihakan dan ketidak-sukaan, sungguh menampakkan kepada umat lain bahwa Islam itu adalah agama yang tidak adil.

Apa yang harus dibanggakan dari Islam jika seorang ulamanya begini ?

Ah Kyai… Sungguh jangan jual murah agama ini hanya demi duniawi. Jujurlah dalam hati, waktu kita di dunia hanya sebentar dan pengadilan itu dekat.

Pertanggung-jawaban Tuhan itu presisi dan tidak bisa dibohongi dengan gelar, jabatan bahkan ilmu agama yang mumpuni. Beban ulama jauh lebih berat dari beban awam, karena awam tidak mengerti agama dan berusaha menjalani sedangkan ulama mengerti agama dan harus menjalani..

Seandainya semua ulama Islam begini, haruskah aku berTuhan hanya pada secangkir kopi ?

Karena kopi tidak pernah menyembunyikan kepahitannya, sebanyak apapun gula mengelilingi..

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…

Seruput dulu, Kyai… Semoga akal bisa menjadi jernih…

Berita Terkait

Jakarta Raya / Kasus Lain Menanti Ahok

Politik / Petani Harus Mampu Jual Hasil Produk Olahan

Headline / Enam Hari Lagi Ahok Hirup Udara Segar

Politik / PDIP Buka Pintu untuk Ahok

Total Football / KH. Ma'ruf Amin Minta Timnas Tak Remehkan Timor Leste


Baca Juga !.