Rabu, 19 September 2018 10:09 WIB
pmk

Moto GP

Ducati Rekrut Lorenzo untuk Raih Gelar Juara

Sudah 10 Tahun Absen Juara
Redaktur:

Pembalap Ducati Jorge Lorenzo

INDOPOS.CO.ID - Direktur Olahraga Ducati, Pablo Ciabatti mengaku terkesan dengan banyaknya penggemar MotoGP di Indonesia. Ini terlihat dengan interaksi yang besar di media sosial Ducati. Bicara persaingan gelar juara dunia MotoGP 2017, Ducati benar-benar serius. Tim pabrikan asal Italia ini mendatangkan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo.

“Penggemar MotoGP di Indonesia sangat banyak. Hampir 40 persen pengikut saya di media sosial berasal dari Indonesia. Ini sesuatu yang luar biasa,” kata Ciabatti disela-sela acara Kerjasama Teknis Shell-Ducati di Jakarta, Kamis (2/2).

Menurut Ciabatti, kehadiran Lorenzo menambah rasa optimisme Ducati akan balapan musim ini. Dia yakin, mantan pembalap Movistar Yamaha itu bisa mengakhiri puasa gelar Ducati. “Kedatangan Lorenzo seperti berkah. Saya yakin ia akan membawa Ducati meraih gelar juara dunia MotoGP musim 2017,” ujarnya.

Ducati memang sudah 10 tahun puasa gelar juara dunia. Mereka kali terakhir meraih gelar juara dunia pada 2007 lewat pembalap asal Australia, Casey Stoner.

Sementara rider asal Perancis Johann Zarco, menyatakan telah menemukan ritme terbaik dalam balapannya usai melakoni sesi tes pramusim MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia. Zarco yang memulai debutnya di MotoGP pada musim ini berhasil tampil impresif di tiga hari tes yang berlangsung 30 Januari sampai 1 Februari 2017.

Meski begitu, pada hari pertama, Zarco tampil kurang baik dengan menempati urutan ke-14. Namun pada hari kedua, pembalap berusia 26 tahun itu berhasil naik ranking ke posisi kelima.

Sementara pada hari terakhir, Zarco yang berhasil membuat waktu terbaiknya dengan 1 menit 59,772 detik, namun mengalami penurunan ranking. Raihan waktunya itu tak membuat Zarco berada di posisi teratas, tapi posisinya turun ke posisi 10.

Hasil tersebut membawa Zarco ke penampilan yang terus meningkat dari hari ke hari. Ia mengatakan bahwa itu semua berkat kemauannya yang ingin tampil maksimal di setiap sesi tesnya. “Ini hebat. Pada Selasa, saya berkata akan sangat senang jika bisa menemukan ritme yang baik. Saya mencoba untuk melakukannya itu pada Rabu pagi,” ungkap Zarco, mengutip dari Speedweek.

Sementara Marc Marquez bingung memilih menggunakan motor lama atau baru di MotoGP musim ini. Selama tiga hari sesi tes pramusim, Marquez mengakui selalu menggunakan mesin anyar di sesi tes pramusim Sepang itu. Hasilnya, The Baby Alien –julukan Marquez– menempati posisi yang kurang baik di hari pertama dan kedua dalam sesi tes. Pada hari pertama, Marquez menempati posisi kesembilan, sementara pada hari kedua, ia harus puas di tempat ke-10.

Namun pada hari ketiga, pembalap asal Spanyol itu meraih catatan terbaik kedua di bawah peringkat pertama, Maverick Vinales. Hasil ini membuat dirinya masih sulit menentukan mesin mana yang akan ia gunakan di balapan MotoGP 2017.

Jika ia ingin menggunakan mesin lama, tim harus bekerja keras menambah kekuatan untuk bisa bersaing di MotoGP 2017. Namun jika menggunakan mesin baru, ia harus berusaha beradaptasi dengan mesin tersebut. “Sekarang kami harus memutuskan pilihan apa yang akan kami jalani, bekerja dengan mesin lama dan mencoba untuk menambah kekuatan atau mencoba mengontrol mesin baru itu,” ungkap Marquez, mengutip Crash, Kamis (2/2).

Cukup sulit membaca peta kekuatan tim-tim MotoGP pada musim 2017 jika melihat hasil uji coba pramusim pertama di Sepang yang hanya berlangsung tiga hari. Yang lebih mudah adalah menilai siapakah di antara rider-rider top itu yang lebih cepat beradaptasi dengan motor barunya.

Seperti yang diprediksi sebelumnya, pembalap baru Yamaha Maverick Vinales langsung nyetel dengan YZR-M1. Bahkan, rider 22 tahun itu sendiri kaget dengan performa motornya yang begitu pas dengan riding style-nya. “Aku melakukan banyak sekali lap dengan menggunakan ban bekas dan aku kaget karena motorku bekerja dengan sangat baik,” ungkap Vinales.

Pada hari terakhir kemarin, Vinales bersaing dengan juara bertahan asal Honda Marc Marquez sebagai rider tercepat. Itu menjadi sinyal bahwa dua pembalap muda tersebut bakal berduel sengit musim ini. Keduanya akan sangat kuat di sesi kualifikasi. Berbeda dengan Valentino Rossi yang sering lemah pada penentuan posisi start.

Yang juga langsung setel dengan motornya adalah Andrea Iannone bersama Suzuki GSX-RR. Yang paling sulit beradaptasi dengan motor baru adalah Jorge Lorenzo. Meskipun situasinya terus membaik dari hari ke hari. Seperti yang dikatakan Casey Stoner, Ducati dan Yamaha itu ibarat ’’kutub utara’’ dan ’’kutub selatan’’.

Lorenzo mengatakan, Desmosedici GP17 berpotensi merebut kemenangan di race seperti tahun lalu. Yang dia butuhkan adalah menemukan limit. Dalam tiga hari uji coba, Lorenzo membuktikan kelas sebagai rider juara dunia. Catatan waktunya terus membaik. Artinya, dia mulai menemukan limit dari motornya. ’’Aku masih harus menemukan feeling saat melakukan pengereman. Aku masih belum tahu cara mengerem dengan efektif,’’ ujarnya. (okc/c19/c4/nur)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp 

Berita Terkait

IKLAN