Minggu, 18 November 2018 07:02 WIB
pmk

Formula 1

Kevin Anggap Aturan Baru F1 Positif

Downforce Diperlukan dalam Olahraga
Redaktur:

Kevin Magnussen

INDOPOS.CO.ID – Pembalap anyar Haas, Kevin Magnussen mengaku, peraturan baru Formula One (F1) yang diterapkan Federasi Internasional Automotive (FIA) sangat baik. Menurutnya peraturan baru tersebut berdampak positif bagi olahraga dan para pembalap lainnya.

Pembalap berkebangsaan Denmark tersebut telah meninggalkan Renault dan bergabung dengan Haas yang berbasis di Amerika Serikat. Menurutnya penggunaan ban berukuran lebih besar dan adanya peningkatan downforce pada mobil adalah sebuah tindakan yang diperlukan dalam olahraga paling prestisius tersebut.

“Cenderung mendorong Formula One menyuguhkan mobil tercepat yang pernah ada. Saya pikir peraturan baru merupakan sesuatu yang kami butuhkan. Kami membutuhkan ban yang lebih tahan lama. Ketika mobil memiliki daya cengkeram yang lebih, berarti kami dapat melaju dengan lebih cepat,” terang pembalap berusia 24 tahun tersebut, diberitakan Sportsmole, Minggu (5/2)

Peraturan ini, nilai Magnussen, akan sangat cocok dengan gaya mengemudinya. “Saya telah memiliki kecenderungan untuk mendorong mobil kami sejak beberapa musim terakhir, namun semuanya berkahir dengan serangkaian masalah. Semua mobil yang sesuai dengan gaya agresif saya, jauh lebih baik,” tambahnya.

Sementara mantan bos Formula Renault 2.0 Timo Rumpfkeil menilai, pembalap baru F1 tim Mercedes, Valtteri Bottas memiliki bakat alami di balapan. Rumpfkei pun yakin Bottas dapat bersinar bersama Mercedes.

Dikutip dari Foxsport, Bottas akan menjadi rekan setim Lewis Hamilton untuk musim 2017 ini. Pembalap asal Finladia ini menggantikan juara dunia, Nico Rosberg yang menyatakan pensiun. Kepindahannya ke Mercedes pun menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orang kurang yakin jika ia akan sukses di Mercedes.

Namun, Rumpfkei salah satu orang yang mendukung kepindahan pembalap berusia 27 tahun ini. “Pada tahun 2008, kami memenangkan NEC Formula Renault Europcup dan Formula Renault. Kami berhasil meraih 17 kemenangan, 20 pole positions, 22 kali naik podium," kata Rumpfkei.

Menurut Rumpfkei, bakat dari Bottas di ajang balapan tidak perlu diragukan lagi. Ia telah membuktikannya di sirkuit. “Ia memiliki semua bakat, ia telah membuktikannya. ia juga pembalap yang bekerja keras. Secara teknis ia sangat berpengalaman," tambah Rumpfkei.

Sebelum pindah ke Mercedes, tahun 2016 Vottas memperkuat Williams. Ia berhasil finis di peringkat ke 8 dengan 85 poin.

Di F1 2016, Ferrari bisa dibilang gagal total. Sekalipun tak mampu mengirimkan pembalapnya ke podium teratas dan hanya mampu finis ketiga di klasemen konstruktor. Meski begitu soal pendapatan, pabrikan Italia itu sukses besar.

Seperti dilansir Forbes, brand Italia itu meraih sukses penjualan sepanjang tahun lalu. Keuntungan bersihnya mencapai EUR 400 juta. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan 2015 yang tercatat EUR 290 juta.

Ferrari sukses menjual 8.014 unit mobil ke penjuru dunia. Naiknya penjualan tersebut meningkatkan pendapatan mereka menjadi EYR 3,11 miliar. Tahun ini pabrikan berlogo Kuda Jingkrak tersebut akan merayakan ulang tahunnya yang ke-70. Target mereka meningkatkan penjualan mobilnya hingga 8400 unit. Presiden Ferrari Sergio Marchionne juga telah memancang target pada 2019 menjual 9000 unit mobil.(cak/viv/okc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 

Berita Terkait

IKLAN