Rabu, 26 September 2018 02:04 WIB
pmk

Moto GP

Sistem Informasi Ban Sudah Siap

Memudahkan Jurnalis dan Fans
Redaktur:

PELIPIT: Selama ini identifikasi ban hanya bisa dilakukan secara visual melalui warna pelipit di sisi ban. Itu bekerja cukup baik ketika Bridgestone masih menjadi pemasok ban MotoGP.

INDOPOS.CO.ID - Mengidentifikasi ban yang digunakan pembalap ketika race berlangsung selalu menjadi seni misterius. Apalagi ketika balapan terjadi flag to flag atau kondisi trek berubah-ubah. Mulai musim 2017, akan diperkenalkan sistem informasi realtime untuk memudahkan jurnalis dan fan mengetahui ban yang dipakai rider.

Selama ini identifikasi ban hanya bisa dilakukan secara visual melalui warna pelipit di sisi ban. Itu bekerja cukup baik ketika Bridgestone masih menjadi pemasok ban MotoGP. Warna-warna yang mereka gunaka seperti merah, putih, hijau, dan polos, sesuai dengan warna korporat mereka lebih mudah dikenali. Meski tetap tidak mudah.

Masalah muncul ketika pemasok beralih ke Michelin. Warna yang digunakan adalah biru, putih, dan kuning menjadi lebih sulit dikenali dari trackside. Jurnalis dan fan hampir sepenuhnya bergantung pada “mata elang” Dylan Gray, pitlane reporter untuk MotoGP.com.

Pada uji coba pra musim di Sepang pekan lalu, sistem informasi baru bagi fan sukses diuji coba. Bagaimana cara kerjanya? Bos Michelin Nicolas Goubert menjelaskannya. Sejak musim lalu, Michelin mendata seluruh ban yang digunakan oleh masing-masing pembalap. Setiap velg motor juga telah dipasangi sistem pemantau tekanan ban (TPMS). Data tersebut akan terekam secara elektronik oleh ECU (electronic control unit) untuk memastikan bahwa tekanan ban tidak terlalu rendah.

Mulai 2017, ketika mekanik memasang ban pada velg, Michelin akan mencatat atau mengenali barcode dari ban tersebut dan juga ID dari TPMS-nya. Informasi tersebut kemudian dikirim kembali ke Dorna dan race control.

Kettika pembalap keluar dari pite dan melewati sensor pencatat waktu (timing loop) untuk kali pertama, ID dari TPMS akan dikirim lagi oleh ECU melalui transponder. Kemudian saat race control dan Dorna menerima ID dari TPMS tersebut, mereka bisa melihat jenis ban apa yang terpasang pada motor rider tersebut. Nah, informasi inilah yang akan ditampilkan di layar TV.

Sistem ini memang masih memiliki kelemahan. Karena infomasi tersebut baru bisa dikirimkan ke race control setelah pembalap keluar dari pit dan melewati salah satu dari timing loops. Di setiap sirkuit ada 12-20 timing loop yang terpasang. Untuk itu, baik jurnalis maupun fan harus menunggu sebentar untuk mengetahui informasi tersebut sebelum muncul di layar TV.

Awalnya, Michelin mengusulkan sistem gerbang RFID (Radio-Frequency Identification) yang dipasang pada ujung pitlane sebelum masuk trek. Namun menempatkan sebuah peranti asing di pitlane exit dinilai berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Dorna menolaknya. Untuk itu Michelin memilih sistem alternatif yang lebih aman.

Uji coba sudah dilakukan beberapa tim di Sepang. Tidak semua tim karena perlu menambahkan beberapa peranti lunak ke ECU untuk memasukkan informasi tersebut melalui transponder. ''Tapi kami yakin semuanya akan siap sejak seri pertama di Qatar,'' ucap Goubert dikutip MotoMatters.

Pertanyaan lain yang muncul adalah, apakah pemilihan ban oleh masing-masing rider akan ikut muncul pada rekap hasil lomba di akhir balapan? Selama ini informasi tersebut memang belum ada. Tapi seharusnya akan menjadi semakin sederhana dan mudah ditambahkan jika sistem ini sudah berjalan. (cak)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp 

Berita Terkait

IKLAN