Rabu, 19 September 2018 10:30 WIB
pmk

Liga Italia

Revans yang Sempurna Allegri

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Skema baru Massimiliano Allegri kembali sukses mengukuhkan Juventus sebagai tim yang sulit untuk dikalahkan. Menaklukkan Inter Milan 1-0 pada giornata ke-23 Serie A menjadi kemenangan ke-28 berturut-turut La Vecchia Signora dalam laga home di Juventus Stadium kemarin (6/2). Sekaligus menjadi kemenangan Juve dalam empat laga terakhir dari semua kompetisi.

Skema 4-2-3-1 diusung Allegri setelah Gianluigi Buffon dkk menyerah 1-2 dari Fiorentina (16/1). Sebelumnya, manajer 49 tahun itu menggunakan formasi lawas 3-5-2 dan  4-3-2-1. Perubahan besar tersebut terbukti jitu dalam mengerek performa Juve. Empat kemenangan beruntun didapatkan tanpa sekalipun kebobolan.

Nah, dalam skema terbarunya, Allegri tidak hanya menurunkan tridente andalannya yakni Paulo Dybala, Mario Mandzukic, dan Gonzalo Higuain. Tetapi, juga memasangkan mereka dengan Juan Cuadrado dan Miralem Pjanic. Kombinasi kelimanya lantas disebut sebagai fab five oleh media-media Italia.

Pjanic ditarik lebih ke tengah, Cuadrado sebagai sayap kanan  dan Mandzukic sebagai sayap kiri. Total gol yang sudah mereka ciptakan dalam empat laga terakhir adalah sebanyak lima gol dan empat assist. Meski sistem baru tersebut telah teruji, Allegri enggan untuk menyebut bahkan strategi anyarnya itu yang menjadi biang kemenangan Juve akhir-akhir ini.

''Yang terpenting adalah sikap yang ditunjukkan di lapangan, bukan soal sistem,'' kata eks manajer AC Milan, Cagliari, dan Sassuolo itu sebagaimana dilansir Football Italia. ''Banyak yang bilang karena sistem, tetapi, kami memiliki pemain dengan karakteristik seperti ini, jadi kami bisa bermain dengan sistem tersebut. Apabila tidak, maka sebaliknya,'' tambahnya.

Pada laga ini, Juan Cuadrado yang menjadi pahlawan kemenangan Juve. Memanfaatkan bola dari situasi sepak pojok, tendangan gelandang Kolombia itu meluncur deras ke arah pojok kiri atas gawang Samir Handanovic pada menit ke-45.

Tentu saja sebiji gol yang dia ciptakan kali ini terasa begitu istimewa. Pasalnya, itu menjadi gol perdana Cuadrado di musim ini. Rekan setimnya Miralem Pjanic merasa bahwa skema baru yang diusung Allegri menjadi keberhasilan Cuadrado dalam menorehkan hasil manis. ''Kami semua bisa mencetak gol di sistem ini, ada begitu banyak kualitas. Cuadrado mencetak gol indah, kami menjaga clean sheet dan itu adalah kemenangan dobel,'' ujar Pjanic.

Sementara itu, bagi Allegri, laga ini terasa begitu intens ketimbang sebelumnya. Bagaimana tidak, Inter berhasil menguasai bola hingga 52 persen. Tercatat, kedua tim melepaskan 26 tembakan. Juve unggul tipis dengan 14 tembakan dan enam di antaranya tepat sasaran.

Tidak salah apabila kemudian Allegri menilai bahwa melawan Inter seperti sedang menghadapi semi final Liga Champions. ''Laga ini berkualitas sangat tinggi, setara dengan semi final Liga Champions di mana kedua tim memiliki level yang sama baik skill individual dan performa secara keseluruhan,'' pungkas Allegri.

Kemenangan Inter dalam penguasaan bola tidak lepas dari dinamismenya pergerakan dua gelandang mereka yakni Marcelo Brozovic dan Roberto Gagliardini. Kali ini, mereka berperan sebagai pengatur tempo serangan Inter dari lini tengah dengan formasi 3-4-2-1. Sementara Danilo D'Ambrosio ditukar perannya ke sayap kiri setelah biasanya beroperasi di sisi kanan. Sementara Antonio Candreva diposisikan agak mundur menjadi sayap kanan.

Itu lah sebabnya mereka lebih menguasai lini tengah. Namun, formasi tiga bek yang diusung allenatore Inter Stefano Pioli itu sebetulnya bukan hal yang baru. Sebab, dia sudah pernah memakainya pada laga melawan Genoa di Serie A (11/12), yakni skema 3-4-3. Selain itu, Pioli selalu menerapkan strategi 4-2-3-1.

Sayangnya, pada laga ini Juve lebih beruntung lantaran mampu mencetak gol. Dengan demikian, Inter harus puas melorot satu tingkat ke peringkat ke-5 klasemen sementara Serie A. Posisinya ditukar Lazio yang dua hari yang lalu menggilas Pescara  2-6.  ''Ini adalah pertandingan yang sangat menghibur dengan dua tim yang berjuang keras dan memberikan segalanya untuk menang. Tidak mudah mencetak gol melawan Juventus,'' kata Pioli. (okt)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-italia #serie-a #total-football 

Berita Terkait

Jamu Parma, Icardi Ingin Pecah Telur

Liga Italia

Jamu Parma, Icardi Ingin Pecah Telur

Liga Italia

Bukan CR7, Tapi CR5,5

Liga Italia

Bukan CR7, Tapi CR5,5

Liga Italia

Saham Klub Dibeli dengan Bitcoin

Liga Italia

Jamu Lazio, Juventus Menanti Gol Debut CR7

Liga Italia

IKLAN