Selasa, 25 September 2018 04:19 WIB
pmk

Moto GP

Suzuki Bergetar di Tikungan Pelan

Redaktur:

rookie Alex Rins (kiri), Andrea Iannone (kanan)

INDOPOS.CO.ID - Pulang dari uji coba pra musim MotoGP di Sepang pekan lalu, tim Suzuki-Ecstar boleh sedikit puas karena dua rider baru mereka tampil menjanjikan. Mantan bintang Ducati Andrea Iannone langsung setel dengan motor barunya GSX-RR. Begitu juga rookie Alex Rins. Namun ada beberapa masalah yang harus segera diselesaikan jelang dibukanya musim balap 2017 Maret bulan depan.

Iannone mewarisi motor yang sudah dikembangkan secara baik dan maju semenjak dua musim Suzuki kembali berlaga di kelas premium. Diracik bersama Maverick Vinales, GSX-RR miliknya sudah mengantarkan pembalap Spanyol tersebut merebut satu kemenangan seri dan empat podium tahun lalu.

Suzuki juga membawa upgrade mesin di uji coba Sepang yang membuat Iannone sangat dekat dengan para rider tercepat. Bahkan dia juga sempat menjadi yang paling kencang di hari kedua uji coba. Ketika fokus mencari performa terbaik untuk simulasi lomba, masalah ditemukan. GSX-RR menjadi sangat bertingkah ketika permukaan ban semakin habis. Khususnya saat motor tersebut melibas tikungan pelan (slow corner).

Iannone mengalami tiga kali kecelakaan di hari ketiga uji coba. Salah satunya saat rider Italia itu menjajal long run dan kehilangan cengkeraman ban depan di Tikungan 1. Setelah dicari masalahnya diketahui bahwa terjadi getaran cukup keras ketika motor melewati slow corner.

''Pada tikungan cepat motor ini sempurna. Tidak ada getaran, tidak ada suara mesin berisik. Tapi di tikungan pelan, khususnya di tikungan empat, sembilan, 14, dan tikungan terakhir, aku merasakan getaran ketika merebah dengan kemiringan maksimal,'' ungkap Iannone dikutip Moto Matters.

Getaran akan semakin terasa begitu permukaan ban semakin menipis. Apakah ini kesalahan pada proses produksi ban? Bos Michelin Nicolas Goubert berjanji bakal memeriksa seluruh ban yang digunakan sepanjang uji coba. Namun untuk mencgah vibrasi pada ban memang sulit. Karena banyak faktor yang bisa memengaruhi.

Ban akan melalui proses balancing menggunakan mesin setelah dipasang pada roda. Langkah itu untuk memastikan ban sudah terpasang dengan baik dan posisinya sudah seimbang. Ban-ban tersebut kemudian diserahkan kepada mekanik tim dan diselimuti dengan tire warmer alias selimut penghangat agar siap dipakai.

Dari fakta tersebut, banyak faktor yang kemungkinan bisa mengubah perilaku ban ketika digunakan balapan. Misalnya temperatur ban yang bisa bervariasi bergantung pada proses penghangatan dengan tire warmer. Juga sedikit hentakan yang tidak sengaja dilakukan ketika memasang ban pada motor bisa mengakibatkan ban kurang balance. Masih ada faktor lain, misalnya cakram rem dan juga setelan peredam kejut (shockbreaker).

Tahun lalu Vinales sering mengeluhkan bagian belakang motornya yang sangat bertingkah di akhir-akhir lap saat lomba. Karena itu dia merasa peluang untuk bertarung di lap-lap akhir selalu menghadapi tantangan dari motornya sendiri. ''Untuk chassis aku merasa sudah sempurna. Mungkin kami harus bekerja lebih keras pada segi elektronik. Dan aku percaya orang-orang kami di pabrikan Jepang bisa mengatasinya sebelum musim balap dimulai,'' ucap Iannone. (cak)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp 

Berita Terkait

IKLAN