Jumat, 21 September 2018 01:19 WIB
pmk

Liga Italia

Duel Raja Kartu Merah Serie A

Redaktur:

Gabriel Paletta

INDOPOS.CO.ID  - AC Milan akhirnya berhasil mengentikan mimpi buruk yakni empat kekalahan beruntun akhir-akhir ini . Itu setelah Rossoneri-julukan AC Milan, berhasil menundukkan Bologna 1-0 pada partai tunda giornata ke-18 Serie A di Renato Dall'Ara kemarin (9/2). Laga tersebut juga dihujani dua kartu merah dan 9 kartu kuning saking sengitnya.

Memang, tidak mudah bagi Milan untuk meraih kemenangan tersebut. Bayangkan saja, mereka harus kehilangan dua pemain ketika laga baru berjalan 59 menit. Yakni Gabriel Paletta (38'), dan Juraj Kucka (59').  Untung saja, Mario Pasalic berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-89 setelah berhasil memanfaatkan umpan dari Gerard Deulofeu.

Paletta sebetulnya sempat mendapatkan kartu kuning pertama (18') usai melakukan pelanggaran kepada Ibrahima Mbaye. Bek tengah 30 tahun itu kemudian mendapatkan kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan oleh wasit Daniele Doveri lantaran melakukan tekel keras kepada Blerim Dzemaili.

Kejadian tersebut bermula ketika Dzemaili berlari menggiring bola ke arah gawang Gianluigi Donnarumma. Paletta yang berada di posisinya berusaha untuk melakukan clearence. Sayangnya, kaki striker berkebangsaan Argentina itu mengenai kaki Dzemaili hingga dia terjatuh.

Kartu merah ini menambah koleksi Paletta musim ini menjadi tiga kartu merah. Raihan terbanyak  oleh seorang pemain di lima liga top Eropa. Di sisi lain, menghadapi Milan yang hanya bermain dengan sepuluh orang, Bologna mulai berani menyerang. Emil Krafth nyaris membobol gawang Donnarumma menjelang turun minum. Beruntung, tendangannya gagal melewati lini pertahanan Milan.

Kucka kemudian dijatuhi dua kartu kuning setelah melanggar Dzemaili pada menit ke-53. Enam menit berselang, Kucka berusaha merebut bola dari Adam Nagy. Namun, kaki gelandang Slovakia itu justru menginjak kaki kanan Nagy hingga tersungkur. Wasit yang melihat kejadian tersebut langsung mengeluarkan kartu merah kepada Kucka.

Bologna tentu saja berada di atas angin. Mereka berhasil menguasai bola hingga 55 persen. Hanya saja, meski kalah jumlah pemain, hal tersebut ternyata tidak membuat permainan Milan menurun. Ignazio Abate dkk tetap menunjukkan determinasi, hingga akhirnya Pasalic berhasil menentukan kemenangan Rossoneri semenit sebelum pertandingan berakhir.

Allenatore Milan Vincenzo Montella menilai bahwa kemenangan ini membuktikan bahwa timnya memiliki semangat dan mental juara. ''Meski pemain kami berkurang, kami tahu bahwa kami bisa menang, walaupun cuma 9 pemain,'' kata Montella kepada Mediaset Premium. ''Ini adalah sebuah kemenangan yang hebat dan bernilai lebih dari tiga poin, membuktikan bahwa tim ini memiliki jiwa dan semangat untuk berjuang,'' imbuhnya.

Pengusiran Paletta dan Kucka semakin menegaskan status Milan sebagai raja kartu merah. Sejak Juli 2013, Abate dkk sudah mengoleksi 31 kartu, terbanyak dari seluruh klub di lima liga top Eropa. Namun, raja kartu merah Serie A musim ini justru dipegang oleh Bologna. Sebab, I Rossoblu sudah mengumpulkan 9 kartu, satu kartu lebih banyak ketimbang Milan

Tidak kalah takjub dirasakan winger pinjaman dari Everton Gerard Deulofeu. Dia sangat terkesan dengan performa rekan-rekan setimnya itu. Sebagaimana diketahui,  takjub dan terkesan pada semangat rekan-rekannya. Kebetulan, pemain 22 tahun itu menyumbangkan assist atas gol Pasalic. ''Saya tidak pernah melihat pertandingan seperti ini, 9 melawan 11 pemain. Tiga poin ini berarti enam, bahkan katakanlah 10 poin,'' ujar Deulofeu.

Tambahan tiga poin ini mengakhiri rentetan empat kekalahan Milan. Tiga di antaranya di Serie A. Nah, andai saja mereka kembali menelan kekalahan, Rossoneri bisa mencetak rekor kekalahan beruntun terburuk sejak April 1986.

Di sisi lain, manajer Bologna, Roberto Donadoni tetap memberikan apresiasi kepada Milan. Bagaimana tidak, pasukan Montella itu tetap kuat meski kehilangan dua pemain. Manajer 53 tahun itu juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Adam Nagy dkk. Sebab, mereka tidak mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. ''Kami bermain terlalu statis dan tidak cukup tajam. Tetapi, ini merupakan tanggung jawab saya. Kebobolan satu gol dalam keadaan seperti itu adalah mimpi buruk,'' tegasnya. (okt)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-italia #serie-a 

Berita Terkait

Jamu Parma, Icardi Ingin Pecah Telur

Liga Italia

Jamu Parma, Icardi Ingin Pecah Telur

Liga Italia

Bukan CR7, Tapi CR5,5

Liga Italia

Bukan CR7, Tapi CR5,5

Liga Italia

Saham Klub Dibeli dengan Bitcoin

Liga Italia

Jamu Lazio, Juventus Menanti Gol Debut CR7

Liga Italia

IKLAN