Internasional

Valentine’s Day, Berani Beda dengan Cake Serangga

Redaktur:
Valentine’s Day, Berani Beda dengan Cake Serangga  - Internasional

Ilustrasi: Balon berwarna merah bertuliskan hari valentine menghiasi kota Tokyo.

INDOPOS.CO.ID - Kafe Duranbar di Tokyo, Jepang, mencoba melawan arus dalam merayakan hari kasih sayang atau Valentine’s Day. Jika sebagian besar hotel atau tempat makan menawarkan cokelat atau makanan manis lainnya sebagai kudapan di hari istimewa, Duranbar memilih serangga. Iya, serangga. Ada yang dimakan langsung seperti keripik. Ada yang dijus. Bahkan, ada yang diolah menjadi cake.

Yuta Shinohara, pemilik tempat yang memiliki ide itu, mengaku ingin mempromosikan makanan alternatif. Di banyak negara memakan serangga adalah hal biasa. Namun, di Jepang hal tersebut tidak umum. Padahal, serangga memiliki banyak manfaat, termasuk kandungan vitamin dan mineral yang tinggi.’’Saya suka serangga dan saya rasa memakan mereka itu menyenangkan,’’ ujar pria yang masih duduk di bangku kuliah tersebut.

Sementara itu, menjelang Valentine’s Day, ratusan jomblo di Malaysia dan Singapura tertipu. Mereka mencoba mengejar cinta di situs-situs kencan online maupun media sosial. Namun, alih-alih mendapatkan kekasih, mereka malah rugi materi. Sekitar 27 pelaku penipuan yang menyalahgunakan perasaan jomblo di kedua negara telah ditangkap. Mereka mengeruk keuntungan dari 108 orang yang tengah mencari pasangan.

Penangkapan para pelaku tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kepolisian Kerajaan Malaysia, Departemen Investigasi Kejahatan Komersial (CCID), Pasukan Kepolisian Singapura (SPF), dan Departemen Urusan Komersial (CAD) Singapura. Operasi gabungan itu dilakukan sejak 6–8 Februari lalu. Kerugian yang menimpa para korban mencapai RM 21,6 juta atau setara dengan Rp 64,8 miliar.

Pelaku mencari korban di media sosial dan situs-situs kencan online. Ketika ada yang mulai terjerat, mereka beraksi. Salah satunya, berpura-pura mengirimkan hadiah untuk korban. Namun, beberapa hari kemudian, mereka mengaku hadiahnya ditahan pihak bea cukai. Korban diminta mentransfer uang. Begitu uang ditransfer, pelaku menghilang seperti ditelan bumi.

Kejadian serupa terjadi di Australia setiap tahun. Karena itu, kemarin pemerintah Australia mengimbau penduduknya agar berhati-hati. Tahun lalu ada 4.100 penduduk Australia yang menghubungi layanan Scamwatch milik Komisi Konsumen dan Persaingan Australia (ACCC). Mereka melaporkan penipuan yang berkedok asmara dan kencan.

Kerugian yang tercatat karena penipuan tersebut selama 2016 mencapai AUD 25 juta atau setara dengan Rp 255, 5 miliar. Jumlah itu adalah kerugian terbesar untuk penipuan jenis apa pun di Australia. Mayoritas korban berusia 45 tahun ke atas. (AFP/Reuters/TheStar/CNA/BusinessTimes/sha/c22/any)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Lihat Nih! Para Cowok Jomblo Demo Tolak Valentine


Baca Juga !.