Lifestyle

Bros Sulam Cabochon yang Berkilau

Redaktur:
Bros Sulam Cabochon yang Berkilau - Lifestyle

LEBIH UNIK: Heny Rosalia (kiri) membantu Imroah Jamil membuat bros cantik dengan teknik sulam. Teknik itu menghasilkan macam-macam bros yang menarik. (Guslan Gumilang/Jawa Pos/JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID – Bros sulam menjadi pilihan spesial. Jika umumnya bros dibuat dengan teknik tempel, Heny Rosalia Indah memilih teknik sulam (embroidery) untuk membuat karya-karyanya yang unik. Bahan baku utamanya cabochon.

Cabochon merupakan istilah untuk menyebut jenis batuan yang memiliki permukaan cembung sekaligus datar. ”Awalnya cuma bikin bros dengan teknik embroidery. Tapi, bagian tengahnya masih pakai dakron, belum cabochon,” terang Heny.

Kelemahan dakron adalah mudah kempis. Heny pun menggantinya dengan cabochon. Untuk cabochon plastik, dia menutupnya dengan kain perca. Kemudian, bagian atasnya diberi variasi sulam benang. Kain perca bisa katun sampai kain tenun. ”Yang penting tidak terlalu tipis,” imbuh dia.

Ibu lima anak itu lantas membuat model baru dengan teknik sama. Dia menggunakan cabochon buram maupun berkilau. Pinggiran cabochon diisi monte maupun manik-manik full di sekeliling cabochon.

”Setelah itu membuat peyote stitch,” papar Heny. Peyote stitch merupakan manik-manik pasir yang dijahit dan disulam. Tiga hingga enam tingkat sebagai cangkang atau pengikat batu. Mutiara sintetis, monte, manik-manik, sampai batuan kali disulam keliling setelah proses peyote stitch selesai.

Dengan memperhatikan kombinasi yang apik, warna berbagai bahan variasi itu bisa padu. Bahan suede juga dimanfaatkan untuk menutup permukaan kain keras di belakang bros. ”Peminatnya sudah sampai Jakarta, Kalimantan,” ujar perempuan 38 tahun itu. (hay/c10/roz/sep/JPG)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.