Megapolitan

Tiga Gudang Elektronik Ludes Terbakar

Redaktur:
Tiga Gudang Elektronik Ludes Terbakar - Megapolitan

ANCAM PEMUKIMAN: Kepulan asap hitam yang menghanguskan tiga pabrik elektronik, Kamis (23/2).

INDOPOS.CO.ID - Tiga gudang penyimpanan alat elektronik di Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang ludes terbakar, kemarin (23/2). Api yang membakar tiga gudang itu diduga berasal dari arus pendek listrik. Akibat kebakaran itu membuat kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kapolsek Teluk Naga, AKP Arif Oktoro mengatakan gudang yang terbakar itu milik PT Sakti Kurnia Abadi. Dia juga mengatakan api kali pertama dilihat oleh karyawan perusahaan itu yang hendak istirahat. Bahkan, saat kejadian sempat ada beberapa karyawan yang terjebak di dalam gudang namun dapat diselamatkan.

”Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Api merambat dari satu gudang ke gudang lain, sejumlah pegawai yang sempat terjebak di dalam gudang tapi berhasil diselamatkan,” terangnya, kemarin (23/2).
Dikatakannya juga angin yang cukup kencang membuat api merambat ke dua gudang lain yang berada di sebelahnya.

Pemadam kebakaran pun menerjunkan 4 unit mobil pemadam untuk menjinakkan api. Namun petugas yang turun ke lokasi juga kesulitan mendapatkan sumber air. Setelah tiga jam berjibaku melawan amukan si jago merah, api pun baru bisa dipadamkan. ”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah,” kata Arif juga.

Fendi, Ketua RT 02/12 men­gatakan seluruh warganya yang berjumlah sekitar 400 orang sudah diimbau untuk menyelamatkan barang berhar­ga mereka ke tempat yang leb­ih aman. Imbauan itu dia sampaikan khawatir api yang membakar gudang itu merembet ke permukiman warga. Lantaran, tepat di belakang gudang itu berdiri permukiman warga.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar seluruh lis­trik yang ada di rumah warga untuk dipadamkan. ”Dari awal kebakaran war­ga sudah kita evekuasi semua. Karena posisi kita nempel sama gudang belakang pabrik. Apalagi ada tabung gas 1,2 ton, khawatir meledak aja,” kata Fendi. Menurut Fendi, warganya juga sudah membantu memad­amkan api sambil menunggu mobil pemadam kebakaran.

”Tadi mobil Damkarnya lama. Makanya warga coba padam­kan dulu dengan air seadanya. Takut merembet ke rumah warga,” tukasnya. Lokasi kejadian yang dipa­dati warga juga sempat me­nyulitkan akses mobil pemad­am kebakaran menuju tempat kejadian perkara (TKP). Apalagi banyak warga yang berkerumun menonton kebakaran tersebut. (fer)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Toko Bangunan di Cilandak Ludes Terbakar

Jakarta Raya / 250 Rumah Permukiman Padat Penduduk Ludes Dilalap Api

Internasional / Inggris Butuh 3,1 Juta Rumah Sosial

Nasional / Gedung Sekjen Kemenkumham Dilalap Si Jago Merah


Baca Juga !.