Lifestyle

Ide Sederhana Mempertahankan Rumah Tangga

Redaktur:
Ide Sederhana Mempertahankan Rumah Tangga - Lifestyle

BERBAGI: Melalui buku filosofi kue pancong Diany Pranata berbagi ide sederhana mempertahankan rumah tangga

INDOPOS.CO.ID - Fakta tentang percerai semakin tinggi. Tak hanya dilingkungan selebriti, namun kalangan masyarakat. Sebagai seorang wedding organizer, Diany Pranata mencoba membagi ide mempertahankan rumah tangga lewat buku Filosofi Kue Pancong 1 dan 2.

ACHMAD SUKARNO HAMID, Jakarta.

Tingginya tingkat perceraian ternyata merisaukan seorang Diany Pranata.   Founder Bella Donna Group dan juga Wedding Organizer ini akhirnya termotivasi berbagi kiat pentingnya menjaga nilai-nilai demi tercapainya pernikahan yang abadi.

”Ide bikin buku ini lahir atas kepedulian pada keluarga. Sekaligus dedikasi untuk mama saya yang begitu kuat menjaga keutuhan keluarganya,” kata Diany Pranata saat peluncuran di Rumah Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (22/2).

Perempuan yang telah 20 tahun menikah dan berurusan dengan 1000 pernikahan melalui pekerjaanya. Wanita 46 tahun itu menemukan banyak pengetahuan dan pengalaman soal berbagai kisah pernikahan manusia.

Hal itu kemudian tumpahkan secara ditail lewat buku tersebut. ”Perceraian itu tak hanya melibatkan dua pribadi, tapi keluarga besar,” katanya.

Tak banyak diantara mereka menyebutkan dengan perceraian menambah kebaikan bagi anak-anaknya. ”Tapi apapun alasannya anak-anak yang menjadi korban. Padahal mereka adalah generasi penerus bangsa, tentunya kita nggak mau anak-anak kita tumbuh dengan penuh luka,” paparnya.

Melalui Buku Filosofi Kue Pancong, Diany  membagikan pengalaman Mempertahankan Rumah Tangga. Buku tersebut terbagi dalam dua seri, yakni Filosofi Kue Pancong 1 dan Filosofi Kue Pancong II.

Dalam buku pertama, Diany membagikan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang kerap ditemui. ”Termasuk penuturan tentang nilai yang diajarkan dan ditanamakan kedua orang tua saya,” katanya.

Dalam buku kedua, berisi sharing dan tips-tipis pengalaman Diany seputar kehidupan rumah tangga dan keluarga. Dimana, nilai-nilai sakral pernikahan yang menjadi pegangangan dan panduan dalam kehidapan berkeluarga atau rumah tangga dijelaskan secara runtun dan mudah dicerna.

”Tentunya buku kedua ini masih memiliki benag merah dan intiasari yang sama dengan buku filosfi kue pancong seri pertama,” katanya.      

Tentu yang menjadi pertanyaan pertama saat melihat buku ini adalah judul. Buku ini cukup menarik dengan menggunakan judul Filosofi Kue Pancong. Diany memilih kata Filosofi Kue Pancong untuk menggambarkan apa yang dia rasa soal isi dan tujuan buku.

”Pas buat belum ada judul, setelah itu saya baca tulisan soal kudapan Kue Pancong makin langka. Kebetulan mama suka banget Kue Pancong yang kue rakyat. Filosofinya juga juga bisa merobek-robek kue tersebut, karena buku ini memang untuk sharing atau dibagikan,” jelasnya.

Sebagai bukti keseriusannya Diany dalam mendalami nilai-nilai keluarga, kedepannya dia juga membagikan pengalamannya lewat workshop atau seminar. ”Ibarat kue pancong yang sederhana dan dapat dibagikan, buku ini berisi ide sederhana untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga dari pengalaman dan nilai-nilai keluarga yang diwariskan orang tua saya,” tegasnya. (*)

TAGS

Berita Terkait

Kesehatan / Yuk, Senam Poco-poco Biar Sehat

Lifestyle / BRI Lanjutkan Promosi Kopi Indonesia di Ajang OCC

Lifestyle / Ini 5 Zodiak yang Cenderung Menjadi Anak Mami

Wanita / 3 Perlengkapan Bayi Ini Wajib Banget Bunda Miliki


Baca Juga !.