Senin, 10 Desember 2018 10:41 WIB

Nasional

Tokoh Tionghoa Kompak Dukung Gagasan Kiai Ma'ruf

Redaktur:

KH Ma'ruf Amin. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Dukungan terhadap gagasan Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Maruf Amin tentang pertemuan para tokoh nasional guna membahas problem kebangsaan terus mengalir. Terutama dari para tokoh Tionghoa.

Ya, setelah salah satu tokoh senior Tionghoa, Eddie Lembong, kini giliran Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) juga mengaku mendukung penuh dilaksanakan gagasan Kiai Ma'ruf tersebut.

Dukungan PP Perhimpunan Indonesia Tionghoa itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Budi Santoso Tanuwibowo. Menurut Budi, gagasan Kiai Ma'ruf bertujuan untuk kebaikan bangsa, jadi wajib disambut dengan baik. Terlebih gagasan tersebut datang dari seorang tokoh senior dan dihormati di kalangan Muslim.

"Menurut saya, rembuk nasional, dialog nasional, silaturahmi nasional yang datang dari siapa saja, selama tujuannya baik harus kita sambut dengan baik. Karena yang kita lihat kan tujuannya yang mulia," kata Budi di Kantor INTI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/2).

Ya, sebelumnya dalam keterangan pers, Kiai Ma'ruf mengatakan, perlu adanya dialog nasional yang nantinya akan menyatukan seluruh potensi bangsa. Hal itu ditujukan untuk menepis banyaknya prasangka buruk yang beredar dan berpotensi memecah persatuan nasional. 

"Jangan sampai ada kecurigaan, ada prasangka, ada praduga yang tidak tepat dan membuat kesalahpahaman," ungkap cicit ulama besar, Syeikh Nawawi Al Bantani itu.

Terkait gagasan besar Kiai Ma'ruf itu, Budi berharap, dapat terlaksana dan akan menjadi "gong pertama" yang kemudian menjadi agenda berkelanjutan. Dimana di dalamnya melibatkan semua pihak, baik dari unsur agama, etnis, organisasi, dan unsur pemerintah yang semuanya sepakat bahwa Indonesia adalah negara yang beraneka warna dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

"Rembuk nasional, dialog nasional ini diharapkan bukan rembuk yang sifatnya sekali lalu sudah tidak ada lagi.  Tapi sebagai awal yang kemudian berkelanjutan," tuturnya.

"Nah, ajakan dari orang yang sama-sama mencintai Indonesia disitu kita sambut dengan baik. Mungkin awalnya dialog, dari dialog tersebut mungkin muncul gagasan lebih lanjut, kemudian menjadi saling silaturahmi, dan silaturahmi ini memang kegiatan yang harus rutin dilakukan," tuturnya.

"Saya ibaratkan rumah, rumah itu dibangun baru, nggak usah ditempatin, didemin saja juga rusak, berarti kan harus dirawat, harus diperbaiki terus, demikian juga silaturahmi, harus dibangun terus berkelanjutan," pungkasnya. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kh-maruf-amin 

Berita Terkait

KH. Ma'ruf Amin Minta Timnas Tak Remehkan Timor Leste

Total Football

Ma'ruf Amin Doakan Timnas Indonesia Sukses di AFF 2018

Total Football

KH Ma'ruf Amin Resmi Nonaktif sebagai Ketum MUI

Headline

Jokowi-Ma’ruf Diperkuat CAKRA 19

Politik

IKLAN