Lifestyle

Lewat Cerveza Negra, San Miguel Incar Segmen Premium

Redaktur:
Lewat Cerveza Negra, San Miguel Incar Segmen Premium - Lifestyle

PRODUK BARU: Mengincar segmen premium, PT Delta Djakarta meluncurkan bir dengan varian baru yakni San Miguel Cerveza Negra.

INDOPOS.CO.ID - Tren minum bir di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Tak hanya di ibukota, tapi juga daerah-daerah yang obyek wisatanya menjadi incaran baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Minuman ini terdiri dari berbagai macam jenis, mulai dari ale, lager, malt hingga stout, dan dari light hingga dark beer.

Mengincar segmen premium, PT Delta Djakarta meluncurkan produk terbarunya dari varian San Miguel yaitu San Miguel Cerveza Negra. Brand manager PT. Delta Djakarta Jaka Totting menjelaskan, meski berwarna gelap, minuman alkohol ini bukanlah bir berjenis stout atau bir hitam biasa. ''Ini segmen yang lebih premium. Bukan bir hitam pada umumnya. Bir lager hitam dengan aroma khas yang manis, kualitas terbaik bagi mereka pecinta bir,'' jelas Jaka di Jakarta, belum lama ini.

Sensasi rasa karamel, kopi dan sentuhan butterscotch dari bir San Miguel Cerveza Negra dipercaya akan memberikan pengalaman cita rasa yang tak terduga. Direktur Marketing PT Delta Djakarta Ronny Titiheruw menambahkan, produk San Miguel Cerveza Negra diolah dari gandum dan bunga hop pilihan yang diimpor dari Amerika, Cina dan Eropa agar kualitas bir tetap terjaga. Dia mengaku, produk terbarunya ini tepat untuk dijadikan teman makan malam oleh para pecinta bir. ''Tidak seperti di luar negeri, di Indonesia budaya minum bir dengan makan besar itu kurang,'' tandasnya.

Beberapa makanan yang tepat untuk disandingkan dengan bir San Miguel Cerveza Negra adalah makanan dengan bumbu dan cita rasa yang kuat. ''Redmeat, makanan yang di-grill, steak atau brownies cocok di-pairing-kan dengan bir produk kami,'' imbuhnya.

Pihaknya tak menampik, stigma negatif terhadap minuman beralkohol dimasyarakat masih ada. Sebagai perusahaan minuman beralkohol, lanjut dia, pihaknya selalu berusaha mengkampanyekan budaya tanggung jawab ketika meminum bir. ' Kami fokus mengedukasi bagaimana minum bir sebagai gaya hidup harus tetap bertanggung jawab dan dikonsumsi bagi mereka di atas usia 21 tahun,'' katanya.

Bir San Miguel Cerveza Negra dipatok dengan harga Rp 30ribu dan Rp45-55ribu jika membeli di cafe atau restauran dengan kadar alkohol di bawah lima persen. Saat ini sudah tersedia di tiga lokasi besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung dan Bali, produsen bir nomor dua di Indonesia ini berharap dapat diterima masyarakat dengan baik.

Sementara, Ronny juga mengatakan bahwa sejak berlakunya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 ihwal pelarangan penjualan minuman keras dengan kandungan alkohol sampai 5 persen di minimarket dan toko pengecer mulai 16 April 2015, pihaknya berusaha memanfaatkan segmen-segmen lain yang masih memperbolehkan penjualan bir semisal di hotel dan bar. ''Sat ini memang penjualan minuman malt sudah mulai mengalami kenaikan, meskipun belum dapat mengejar pencapaian sebelum 2014,'' tuturnya.

DLTA, imbuh Ronny juga menyasar pertumbuhan kota-kota besar berikut perluasan daerah-daerah pariwisata di Indonesia. ''Sekarang kan pariwisata berkembang,'' ujar Ronny.

Ronny memerinci bahwa potensi perkembangan daerah pariwisata ada di Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Lombok. Provinsi lain yang juga berkembang adalah Sumatera Utara dengan Danau Tobanya dan Provinsi Bangka Belitung. (dew)

TAGS

Berita Terkait

Lifestyle / Begini Lho Cara Bikin Empek-Empek Kapal Selam

makanmakan / Omu Soufle Curry ala Hoshino Coffee

Megapolitan / Ingatkan Budaya Betawi

makanmakan / Paduan Komplit Santan dan Bumbu Asli jadi Magnet 

Lifestyle / FJB Perkenalkan Makanan Nusantara


Baca Juga !.