Dua Biang Kerok Cabai Mahal Dibekuk

INDOPOS.CO.ID – Bareskrim Polri akhirnya menangkap dua pengepul yang memonopoli harga cabai rawit merah yang berbuntut kelangkaan di Pasar Induk Jakarta. Dua tersangka itu berinisial SIN dan SNO.

Kasubdit Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Kombes Hengki Hariyadi mengatakan, pelaku berprofesi sebagai pengepul cabai rawit merah. Keduanya juga bermufakat dengan pengepul besar di wilayah Jawa Timur untuk mengontrol persediaan cabai. Ini seperti menahan dan menjual hasil cabai rawit merah ke perusahaan-perusahaan besar.

"Mereka secara bersama-sama bersepakat menetapkan harga cabai merah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Mereka juga menjual cabai rawit merah kepada perusahaan-perusahaan pengguna cabai rawit merah, sehingga cabai yang seharusnya diperuntukkan oleh konsumen pasar beralih distribusinya," kata dia di kantor sementara Bareskrim di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Jumat (3/3).

Akibat ulah kedua pengepul ini, lanjut Hengky, harga cabai rawit merah melambung tinggi hingga Rp 150 ribu. Sebab, akibat tindakan pelaku, pasokan cabai rawit merah menjadi langka di Jakarta.

Baca Juga :

Harga Cabai Meroket, Pedagang Rugi

"Persediaan cabai rawit merah sebenarnya cukup berdasarkan keterangan dari Ditjen Holtikultura Kementerian Pertanian (Kementan). Dugaan pidana dalam perkara ini adalah adanya penetapan harga yang tidak sesuai," jelasnya.

Menurut Hengky, tindakan kedua pengepul memonopoli harga cabai, terjadi sepanjang Desember 2016 sampai Februari 2017. "Penyidikan belum berhenti sampai di sini. Kami menduga masih ada pihak yang bekerja bersama pelaku," jelas dia.

Keduanya dikenakan Undang-undang Nomor 5/1999 tentang Larangan Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat junto Undang-undang Nomor 7/2014 tentang Perdagangan.

Sebelumnya, cabai impor dari India dan Tiongkok sudah beredar di sejumlah pasar tradisional, salah satunya Jombang, Jawa Timur. Namun, harga cabai lokal masih tetap mahal. Harga cabai lokal hingga kini masih berada di kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 140 ribu. Padahal cabai impor sudah ada di sejumlah pasar tradisional di Jombang sejak tiga minggu lalu.

Harga cabai impor dijual dengan harga Rp 70 ribu per kilogram. Harga ini tentu lebih murah dibandingkan dengan cabai lokal. Sejumlah pedagang cabai mengaku permintaan cabai impor ini memang tidak banyak. Hanya kalangan tertentu terutama toko makanan dan penjual bakso.

Sedangkan kalangan rumah tangga mayoritas menolak membeli cabai impor. Alasannya, mereka khawatir cabai impor ini busuk dan dikeringkan sehingga keamanannya diragukan. Tingginya harga cabai sejak tiga bulan terakhir dikeluhkan oleh warga, khususnya ibu rumah tangga. Mereka berharap pemerintah untuk segera menstabilkan harga. Apa lagi cabai impor yang diharapkan bisa menstabilkan harga ternyata tidak mampu menurunkan harga cabe rawit. (mg4/end/jpnn)

Komentar telah ditutup.