Lifestyle

Overprotective Berdampak Negatif kepada Anak

Redaktur:
Overprotective Berdampak Negatif kepada Anak - Lifestyle

DISKUSI: Head of School AIS Kemang, Michelle Reynold mengatakan khawatir berlebih menyebabkan orangtua menjadi overprotective terhadap anaknya.

INDOPOS.CO.ID - Ketahanan mental pada anak didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengatasi peristiwa negatif atau menghadapi tantangan, dan bangkit kembali ke tingkat emosional yang sama. 

Perkembangan globalisasi yang sangat cepat dan tak terelakkan membuat anak-anak harus dipersiapkan dan diperkenalkan dengan kemandirian dan ketahanan mental guna menghadapi berbagai isu toleransi dan keberagaman. 

Melatih ketahanan mental pada anak adalah suatu investasi untuk kemampuan akademik dan keberhasilan masa depan. Head of School AIS Kemang, Michelle Reynold, menjelaskan, melatih tingkat kemandirian dan ketahanan mental anak sangat penting dan harus dimulai sejak dini. ''Banyak sekali orang tua tidak menyadari bahwa pengawasan yang berlebihan (overprotective) terhadap anak bisa membawa dampak negatif terhadap masa depan anak, seperti menghambat tingkat ketahanan mental anak, yang dapat mengakibatkan anak lebih mudah gelisah atau depresi,'' jelas Michelle.

Michelle menjabarkan, ketahanan mental anak yang tinggi akan meningkatkan level emosional dan sosial yang positif pada anak, keterlibatan dalam kegiatan belajar, kemampuan mengatasi beragam situasi sulit, dan menurunkan tingkat depresi. ''Dengan demikian, anak akan lebih bisa mengenali dan mengelola perasaan diri sendiri, memahami perasaan orang lain, membentuk dan menjaga hubungan yang positif dengan sekitarnya, mampu memecahkan masalah secara mendiri dan membuat keputusan, serta memiliki tujuan untuk masa depan mereka,'' imbuhnya.

Bounce Back Program adalah pengajaran yang sangat interaktif, yang memberi pemahaman pada siswa  bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dalam menghadapi situasi/kondisi yang berbeda-beda di lingkungan dan komunitas mereka. Melalui pendekatan ini, AIS membantu siswa agar memiliki ketangguhan dan semangat untuk menyelesaikan masalah, dan membuat siswa menjadi lebih percaya diri serta memiliki kemampuan yang baik, baik secara akademis maupun non-akademis. 

Principal AIS Indonesia Brenton Hall mengatakan, sekolah sangat berperan dalam perkembangan siswa, dengan cara membentuk lingkungan yang positif dan kepercayaan diri yang kuat. ''Jika siswa memiliki ketahanan mental yang kuat, maka siswa tidak akan cepat menyerah ketika menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dalam hidup,'' tukasnya.

Lebih lanjut Brenton mengatakan, Bounce Back Program diajarkan melalui materi edukasi interaktif seperti games, musik, drama dan teknologi, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengatasi situasi tidak nyaman yang dihadapi dan bangkit kembali dengan cepat, menumbuhkan nilai-nilai dan pikiran positif, mengembangkan pola pikir untuk mengatasi situasi, dan menemukan keberanian serta kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Di AIS, program tersebut diikuti oleh semua siswa mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga kelas 6 SD, yaitu sebanyak 1 sesi per minggu. ''Program ini dirancang khusus untuk mendukung lingkungan yang penuh dengan keberagaman, seperti kondisi sosial ekonomi, perbedaan fisik, agama, budaya, dan keberagaman lainnya,'' katanya. (dew)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Pendaftar Membludak, SMAN 1 Petir di Kabupaten Serang Butuh RKB

Lifestyle / Mau Anak Pede di Hari Pertama Sekolah? Coba Tips ini

Nasional / Satgas Zonasi Pendidikan untuk Bantu Pemerintah Daerah

Nasional / Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi Pendidikan

Viral / Viral, Sekolah Ini Punya Tangga Khusus Perempuan


Baca Juga !.