Megapolitan

Turap Jembatan Cimadur Ambrol

Rusak Dihajar Banjir Bandang, Awal Tahun Diresmikan

Redaktur:
Turap Jembatan Cimadur Ambrol - Megapolitan

INFRASTRUKTUR: Foto udara Jembatan Cimadur yang melintasi Sungai Cimadur di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Foto turap bagian bawah Jembatan Cimadur yang ambrol (foto kanan).

INDOPOS.CO.ID - Kerusakan jembatan yang sangat dibutuhkan warga di Kabupaten Lebak ternyata tidak hanya terjadi pada jembatan ”Puan Maharani”, namun juga menimpa Jembatan Cimadur yang berada di ruas Jalan Bayah-Cibareno batas Jawa Barat (Jabar).

Tiang dan turap jembatan yang melintasi Sungai Cimadur di Kampung Bayah Tugu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak itu kini kondisinya ambrol. Informasi yang dihimpun INDOPOS, jebolnya tiang dan turap jembatan dengan nama lain Jembatan Madur sepanjang puluhan meter itu terjadi pertengahan Februari lalu.

Saat itu, kawasan Kecamata Bayah dilanda banjir bandang. Padahal, jembatan itu baru beberapa bulan lalu selesai dibangun. Saat itu hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bayah menyebabkan banjir di sejumlah desa. Selain jembatan, tiga rumah dan tambatan perahu nelayan serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bayah juga rusak.

Selain menyebabkan kerusakan jembatan, banjir bandang yang disebabkan hujan deras selama dua hari itu juga menyebabkan sejumlah rumah penduduk di kawasan itu terendam banjir, belasan tiang listrik roboh serta tiga rumah di Kampung Bayah Tugu Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah rusak parah.

”Jebolnya tiang dan turap jembatan terjadi saat Kecamatan Bayah dilanda hujan lebat yang juga menyebabkan sejumlah desa mengalami banjir,” ujar Malik, salah seorang warga kepada koran ini, kemarin (9/3). Padaahal, ujarnya juga, jembatan Madur ini baru beberapa bulan lalu selesai dibangun.

”Karena itu, kami berharap aparat berkompeten turun tangan melakukan investigasi maupun menyelidiki  penyebab pasti penyebab jebolnya turap dan tiang jembatan dapat diketahui secara pasti. Jembatan ini jadi akses penting bagi warga,” paparnya juga.

Terpisah, Camat Bayah Suyanto yang dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan jebolnya tiang dan turap Jembatan Cimadur. ”Ya benar, tiang dan turap Jembatan Cimadur memang jebol,” terangnya. Dia juga mengatakan, tidak hanya Jembatan Cimadur dan rumah warga yang rusak, namun sarana lain juga rusak.

”Seperti tambatan perahu nelayan, TPI Bayah dan beberapa rumah warga,” ungkapnya juga. Suyanto juga berharap, sarana infrastruktur baik jembatan maupun sarana yang sangat dibutuhkan nelayan seperti tambatan perahu dan TPI yang rusak segera diperbaiki. ”Begitu juga dengan Jembatan Cimadur, kami minta segera diperbaiki.  Khawatir kalau dibiarkan terlalu lama rusaknya semakin parah,” pungkasnya juga.

Sementara itu, Kepala Satker Banten I, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI DKI-Banten, Permana Adi kepada INDOPOS menjelaskan saat dimulai kegiatan sampai dengan pekerjaan retaining wall Jembatan Cimadur pada September 2015 hingga Maret 2016 kondisi Sungai Cimadur sudah mulai terjadi sedimentasi.

Lalu disusul terjadinya banjir bandang, sehingga menyebabkna aliran Sungai Cimadur mulai mengalami perubahan meski jarak tepi sungai ke bangunan masih cukup jauh tapi kondisi itu menyebabkan tiang dan turap jembatan mengalami kerusakan.

Dioa menambahkan, pada Juni hingga Desember 2016 terjadi lagi banjir yang menyebabkan pekerjaan P2 pada proeyk itu terhambat. Bahkan, aliran sungai makin melebar ke arah banguna retaining wall. ”Aliran sungai berubah karena terjadi sedimentasi dan aliran sungai menabrak retaining wall sehingga  terjadi scouring pada pondasi retaining wall,” jelasnya. (yas)

 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Sungai Meluap, Kampung Kalong Dagul di Kabupaten Bogor Banjir

Nasional / Lebaran Berakhir, Banjir Datangi Tiga Kecamatan

Nusantara / Banjir Bandang Kembali Sapu Sigi


Baca Juga !.