Selasa, 13 November 2018 02:15 WIB
pmk

Jakarta Raya

Ketua MPR: Penggusuran Bertentangan dengan Pancasila

Redaktur:

TEMUI KORBAN GUSURAN: Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (duduk tengah) didampingi Jaya Suprana ketika menemui korban gusuran Bukit Duri, Jakarta, Jumat (10/3/2017).

INDOPOS.CO.ID - Ketua MPR Zulkifli Hasan menemui korban penggusuran Bukit Duri, Kampung Aquarium, dan Kalijodo yang tinggal dan bertahan di Sekretariat Ciliwung Merdeka, Tebet, Jum'at (10/3).

Kehadiran Ketua MPR disambut langsung oleh Koordinator Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi, Tokoh masyarakat Jaya Suprana serta puluhan perwakilan korban penggusuran Jakarta. 

Nafsiyah, korban penggusuran asal Bukit Duri, mengadukan nasibnya yang digusur tanpa ganti rugi padahal selalu membayar PBB.

"Terima kasih bapak Ketua MPR mau dengar keluhan warga. Selama ini kami ketakutan pak karena tidak ada yang melindungi," ujarnya.    

Senada dengan Nafsiyah, Korban penggusuran asal Kampung Aquarium Darma Yani juga kehilangan rumahnya tanpa ganti rugi.

"Tanpa memperdulikan anak kecil, kami dianggap musuh negara karena diusir tanpa musyawarah. Apakah kami musuh negara?" katanya sedih.

Menanggapi pengaduan tersebut,  Zulkifli Hasan menegaskan bahwa apa yang dilakukan Pemprov jelas salah.

"Pemimpin harusnya berpihak pada rakyat, bukan malah menindas. Perlakukan rakyat sebagai saudara, bukan musuh negara," kata Zulkifli. 

Sebagai Ketua MPR, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa Pemimpin disumpah untuk taat pada konstitusi. 

"Di Pancasila tegas soal prinsip musyawarah mufakat. Maka menggusur tanpa musyawarah itu jelas bertentangan dengan nilai nilai Pancasila," tutup Zulkifli. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ketua-mpr #zulkifli-hasan #penggusuran #bukit-duri 

Berita Terkait

IKLAN