Hukum

Nonaktifkan Pejabat Publik yang Terseret Uang Panas e-KTP

Redaktur:
Nonaktifkan Pejabat Publik yang Terseret Uang Panas e-KTP - Hukum

Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dituntut mengambil langkah tegas. Setidaknya dengan menonaktifkan pejabat-pejabat yang disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menikmati uang panas e-KTP.

Desakan itu ditujukan pada pejabat publik yang masuk list atau daftar penerima uang haram e-KTP pada 2011-2013. Mereka di antaranya Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H. Laoly, Ketua DPR Setya Novanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

”Bayangkan presiden rapat dengan pejabat negara yang diduga terlibat korupsi,” kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar di gedung KPK kemarin (12/3).

Masyarakat yang prihatin dengan skandal korupsi e-KTP menginginkan negara dikelola pejabat bersih agar penyalahgunaan wewenang di waktu mendatang bisa diminimalisir.

Haris mengatakan, korupsi berjamaah tersebut bukan hanya merugikan keuangan negara fantastis, Rp 2,3 triliun! Namun juga membuat masyarakat kehilangan hak identitas lantaran belum memiliki e-KTP. ”Coba kalau pemerintah mau jemput bola (menampung keluhan masyarakat, Red), pasti akan banyak keluhan,” ungkapnya.

Dengan dampak sebesar itu, pemerintah mestinya tidak hanya sekadar menunggu hasil persidangan e-KTP untuk menindaklanjuti pejabat yang terjerat korupsi akbar e-KTP. Pemerintah, kata Haris, bisa menggunakan azas praduga bersalah seiring keyakinan KPK memiliki dua alat bukti yang cukup untuk membuktikan keterlibatan para pejabat itu. ”Sekarang tinggal komitmen Presiden saja,” ujarnya.

Selain menonaktifkan para pejabat yang diduga terlibat, poin penting dalam pengusutan kasus itu adalah melindungi para saksi persidangan. Menurut Haris, hal itu perlu dilakukan agar keterangan saksi nantinya tetap konsisten di persidangan. ”Itu (perlindungan saksi, Red) juga mesti menjadi perhatian,” imbuh pria berkacamata tersebut. (tyo/syn/ang)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.