Megapolitan

Pasien Keluhkan Pelayanan Ambulans RSUD Kota Bekasi

Redaktur:
Pasien Keluhkan Pelayanan Ambulans RSUD Kota Bekasi - Megapolitan

lustrasi: Mobil Ambulance terlihat parkir di rumah sakit umum daerah (RSUD ) Bekasi.

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah pasien di RSUD Kota Bekasi, mengeluhkan pelayanan mobil ambulan. Sebab, setiap membutuhkan kendaraan plat merah itu selalu dialihkan ke kendaraan ambulan milik swasta. Padahal, selisih harga pemakaian antara mobil ambulan  milik rumah sakit dan perorangan mencapai Rp 1,2 juta untuk antar dalam Kota Bekasi.

”Saya bingung kok tidak pernah ada, kalau ingin menggunakan jasa ambulan milik RSUD Kota Bekasi. Bukannya apa-apa kalau pakai mobil ambulan milik perorangan dipatok Rp 1,5 juta,” kata Citra, 29, warga Perumnas III, Bekasi Timur, kepada awak media.

Sejauh ini, tarif untuk ambulan milik RSUD besaarannya Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu untuk antar dalam kota. Tapi tarif untuk antar keluar daerah dikenakan Rp 350 ribu sampai Rp 1 juta. Kini, kendaraan ambulan hanya memiliki 12 ambulan. Namun, tiga diantaranya rusak, sembilan kendaraan beroperasi.

Citra menambahkan, peristiwa kekosongan mobil ambulan milik RSUD Kota Bekasi bukan sesekali saja. Peristiwa serupa pernah dialami juga pasien yang sempat satu ruang perawatan dengan keluarganya. Dimana, para pasien selalu diarahkan ke kendaraan ambulan milik perorangan. “Petugas rumah sakit beralasan ambulan RSUD semuanya sibuk. Masa tiap kali ada pasien selalu sibuk. Seperti ada kerjasama antara rumah sakit dengan ambulan milik perorangan,” ujarnya.

Di tempat yang lain, Abdul, 32, warga Bekasi Barat mengatakan, pemakaian ambulan RSUD sangat sulit sekali. Biasanya, untuk bisa memakai jasa ambulan selalu dialihkan ke ambulan perorangan. Dia menceritakan, kejadian itu sempat dialami ketika keluarga rekannya ada yang membutuhkan jasa ambulan milik RSUD Kota Bekasi. Akan tetapi, petugas mengaku kendaraan itu sudah keluar semua.

Sayangnya, ketika di komfirmasi ke pihak RSUD Kota Bekasi tak ada tanggapan sama sekali. Sejumlah pejabat rumah sakit plat merah tak mau merespon pertanyaan wartawan. “Sebenarnya jumlahnya cukup kendaraan ambulan milik RSUD Kota. Makanya saya bingung kok bisa tidak ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi, Kamis (23/3)

Kusnanto mengaku, segera melakukan pengecekan ke RSUD Kota Bekasi terkait keberadaan operasional ambulan. Karena kata dia, yang beroperasi saat ini mencapai 9 ambulan. “Karena tiga kendaraan sedang rusak,” tutupnya. (dny)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Kebakaran Hutan di Kalteng Meluas

Lifestyle / Kulit Berjerawat Baiknya Jangan di-‘Filler’

Lifestyle / Makan Mi Instan Tak Baik Buat Kesehatan, Ini Alasannya

Lifestyle / Diet Genetik Menyehatkan Tubuh dengan Waktu Singkat

Lifestyle / Jus Kale Cocok Buat Penderita Diabetes 


Baca Juga !.