Megapolitan

Honor Ribuan PHL Belum Dibayar, Petugas Kebersihan Nyambi

Redaktur:
Honor Ribuan PHL Belum Dibayar, Petugas Kebersihan Nyambi - Megapolitan

ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Ribuan pekerja harian lepas, (PHL) yang berada di bawah Dinas Lingkungan Kota Bekasi belum terima honor sejak Januari 2017 . Akibatnya, banyak pegawai yang mencari pekerjaan sampingan demi menutupi keterlambatan honor selama tiga bulan. Akibatnya, banyak pekerja PHL tersebut mencari pekerjaan sampingan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari – hari.

”Saya sambil ngojek mas, karena kalau ngarep honor sampai sekarang belum juga dibayar. Belum adanya pembayaran gaji sejak Januari hingga Maret 2017 ini,” keluh Nuryadi, 36, salah satu PHL di Dinas Lingkungan Hidup kepada INDOPOS, kemarin

Dampak kerjaan tambahan itu, kata Nuryadi, pekerjaannya menjadi terhambat. Sebab, waktu mulai bekerja yang seharusnya pukul 06.00, kini mundur menjadi pukul 09.00. Karena, waktu pagi hari harus dimanfaatkan untuk menarik ojek. “Lumayan pak, buat nambah ongkos anak sekolah. Karena dalam dua jam saya narik ojek dapat Rp 30 ribu,” jelasnya.

Selama ini, dirinya urung menanyakan masalah honor tersebut. Sebab, sebagai pegawai lepas, kata Nuryadi, dirinya sungkan menanyakan masalah honor. “Saya malu kalau menanyakan masalah honor,” imbuhnya.

Hal serupa juga dilakukan Anim Priadi, 35. Menurut PHL Kecamatan Mustikajaya, honornya belum dibayar sejak tiga bulan terakhir. Dia pun mencari tambahan pekerjaan menjadi kuli serabutan. “Kalau saya tidak kerja lain, mau makan apa saya,” jelasnya.

Dia pun menyayangkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup, menuntut lingkungan harus bersih. Selama ini, pimpinannya mengintruksikan jangan sampai ada sampah yang berserakan. Sayangnya, intruksi itu tidak sebanding dengan honor yang telat dibayar belum juga diutamakan. “Tidak seimbang dengan tuntutan kerja dan honor,” ujarnya.

Belum lagi, menyangkut uang lembur. Menurut Anim, tidak pernah menikmati hari libur bersama keluarga. Sebab, tuntutan pekerjaan mengharuskan dia masuk kerja, meski tangalan kalender sebagai hari libur. “Sampai sekarang tidak ada insentif lembur,” paparnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumhana Luthfi mengaku sudah menyalurkan pembayaran honor bagi 1.300 PLH di dinas yang dipimpinnya. Bahkan, pembayaran tersebut sudah dilakukan sejak awal bulan Maret ini. Satu orang pegawai lepas diberikan honor sebesar Rp 2.5 juta per bulan. “Sudah kami salurkan, awal tahun memang suka terlambat. Persoalan administrasi, biasa,” klaimnya.

Namun, lantaran tahun ini pembayaran honor dilakukan lewat rekening bank masing-masing petugas. Sehingga, bisa saja petugas yang belum mendapatkan honor rekening miliknya tersebut mati.  “Bisa saja rekeningnya yang mati, namun dari kami sudah dibayarkan,” tandasnya. (dny)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Kontainer Tabrak Pohon Rindang

Internasional / Korban Tewas Bom Sri Lanka Jadi 156 Orang

Banten Raya / Tenggak Hajar Aswad, Pengunjung FM3 Tewas

Daerah / Dana Taktis Tak Cukup Tangani Jalan Longsor

Daerah / Jalan Desa Terseret Longsor

Banten Raya / Heboh, Penemuan Mayat Menggantung di Jaura Lebak


Baca Juga !.