Megapolitan

Dewan Pertanyakan PJU di Tangsel

Redaktur:
Dewan Pertanyakan PJU di Tangsel - Megapolitan

MEMPERBAIKI : Sejumlah pekerja dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKP2) Pemkot Tangsel memperbaiki sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) yang rusak di sejumlah tempat di Tangsel, kemarin (23/03). Tumpak M Tampubolon/Indopos.

INDOPOS.CO.ID - DPRD Kota Tangerang Selatan menyoroti kinerja Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan(DPKP2) terkaitnya maraknya keluhan  masyarakat mengenai minimnya penerangan jalan umum (PJU) di jalan lingkungan dan jalan kota yang ada di tujuh kecamatan.

“Dalam waktu dekat kami akan panggil dinas tersebut untuk mempertanyakan apa kendala sehingga pembangunan PJU itu tidak dilakukan. Kami sudah pusing dengan maraknya keluhan warga yang minta lingkungan dipasangkan PJU tetapi itu belum dikerjakan. Warga takut karena jalan yang kerap dapat menimbulkan aksi kejahatan,” kata Ketua DPRD Tangsel, Mochammad Ramlie kepada INDOPOS, saat dikonfirmasi, kemarin (23/03).    

Menurutnya, anggaran yang disediakan untuk membanguan ribuan PJU setiap tahun telah mencapai Rp90 miliar. Akan tetapi, kata dia, anggaran itu belum terserap maksimal. Dan setiap tahun penyerapan itu mencapai 20 persen dari anggaran yang dialokasikan melalui APBD. ”Ini akan menjadi silpa kalau tidak terserap. Masalahnya ini kan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan warga. Jadi kami ingin tahu apa kendala yang dihadapi dinas ini sehingga kegiatan itu tidak diselesaikan,” ujar Ramlie.

Sementara itu, Kabid Bidang PJU, DPKP2 Tangsel, Muhammad Saleh Musa mengakui, jika pembangunan PJU di 175 ruas jalan pemukiman dan jalan kota itu memang belum terlaksana. Minimnya PJU itu karena proses betonisasi belum rampung dikerjakan. Dan juga pendataan aset jalan itu pun belum rampung. Sehingga jika dilakukan pemasangan akan menyalahi aturan yang diberlakukan.

”Memang benar semuanya belum mendapatkan pemasangan PJU. Tetapi ini harus diketahui salah satu penghambatnya, karena ada pendataan aset serta perbaikan jalan. Jika dipaksakan nanti kami akan menyalahi aturan pengadaan barang/jasa milik pemerintah,” tuturnya.

Ditambahkan Saleh, pada 2017 pihanya memproyeksi akan melakukan pemasangan PJU di 2.000 titik jalan lingkungan dan jalan kota. Ribuan titik pemasangan PJU itu tersebar di tujuh wilayah kecamatan.‎ Sedangkan untuk pemeliharaan PJU yang bohlam lampunya mati hanya dilakukan di 1.000 titik lokasi. (cok)

Berita Terkait

Megapolitan / Pergeseran Tanah, Satu Rumah Nyaris Ambruk

Megapolitan / Dilintasi Tronton, Jalan di Rumpin Hancur

Megapolitan / NTB: KPAI Temukan Sekolah Tak Layak, Pemda ’Cuci Tangan’

Megapolitan / KPAI Beri Tiga Rekomendasi untuk SDN Sadah

Megapolitan / Hati-hati! Jalan Penghubung Banten-Jabar Terputus


Baca Juga !.