Muslimat NU Fokus Pendalaman Aswaja dan Perangkat Organisasi

INDOPOS.CO.ID – Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan lebih difokuskan pada hal pendalaman organisasi di internal, terutama terkait pendalaman Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) dan perangkat organisasi.

“Hari ini masih kita temukan perangkat organisasi kalau sudah besar lalu meninggalkan Muslimat NU, termasuk di pusat,” kata Khofifah dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU tahun 2017 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/3). 

“Jadi mari kita menarik kembali benar nggak kita ini ber-Muslimat NU. Itu semua akan kita bahas di Rapimnas kali ini,” tambahnya.

Khofifah mengungkapkan bahwa Rapimnas kali ini akan dihadiri oleh dua narasumber utama yang akan mengisi materi yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

“Cukup banyak program-program Kemendes PDT yang bersinergi dengan Muslimat NU, salah satunya da’iyah transmigrasi,” katanya.

Begitu juga dengan Kementerian Pertanian. Sinergi ini dibutuhkan karena sangat banyak warga Muslimat NU di pedesaan maupun daerah pesisir terkait format pasca panen yang masih terfokus pada petik dan jual.

“Saatnya kita menyiapkan format petik, olah, kemas dan jual,” imbuh dia.

 

Rapimnas Muslimat NU tahun ini resmi dibuka oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Abdul Manan Gani di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/3). 

 

KH Abdul Manan menyampaikan aspresiasinya terhadap Kiprah besar Muslimat NU selama ini di berbagai bidang. "PB NU berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Muslimat NU, karena selama ini perannya sangat hebat," kata dia dalam sambutannya.

Secara khusus Abdul Manan menitipkan pesan agar Muslimat NU senantiasa melakukan penguatan struktur organisasi dari pusat hingga ranting. "Peran ibu-ibu menjadi peran utama sesungguhnya dalam membangun bangsa dan negara, sehingga penguatan organisasi menjadi penting hingga tingkatan ranting," ujarnya.

Rapimnas Muslimat NU akan berlangsung Sabtu – Minggu, 25 – 27 Maret dan dihadiri oleh 361 peserta yang terdiri dari pengurus pimpinan pusat, perwakilan dari 34 pengurus wilayah dan 184 cabang berprestasi seluruh Indonesia.

Sekedar informasi, Muslimat NU akan mengadakan kegiatan Dialog Nasional Refleksi Kebangsaan 71 Tahun Muslimat NU yang akan dilaksanakan pada hari Senin siang 27 Maret di Hotel Crowne Plaza, Jakarta sebagai rangkaian kegiatan dalam rangka hari lahir Muslimat NU ke 71. Dilanjutkan pada Selasa pagi tanggal 28 Maret yaitu puncak peringatan harlah dan pelantikan PP Muslimat NU di Masjid Istiqlal. (rmn)

Komentar telah ditutup.