Tagana Semakin Diperhitungkan di Dunia

INDOPOS.CO.ID – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Jumat (24/3) lau menghadiri peringatan HUT ke 13 Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Menurutnya, kiprah para relawan kemanusiaan tersebut semakin diperhitungkan di dunia internasional. Hal itu, karena Tagana  selalu hadir dan memberikan bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana.

”Di Tagana Center, kami mendeklarasikan Hari Kemanusiaan se-Dunia. Kemudian di Jogjakarta, kami juga membuat Hari Relawan Internasional. Saat ini Tagana  semakin diperhitungkan oleh jejaring dan relawan internasional,” ujar Khofifah.

Mensos mengatakan, saat ini jumlah Tagana di seluruh Indonesia sebanyak  29.734 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 5.200 Tagana dengan spesifikasi layanan psikososial. Selain itu, menurutnya, ada juga Sahabat Tagana dari berbagai instansi pemerintah, swasta, pendidikan, ormas dan sebagainya. Termasuk Jurnalis Sahabat Tagana yang dikukuhkan langsung oleh Mensos. Sebelum dikukuhkan, para Jurnalis tersebut mendapatkan pelatihan teori dan praktek terkait penanggulangan bencana. ”Sahabat Tagana jumlahnya sekitar 600 ribu orang. Saat ini bertambah lagi dari unsur jurnalis. Jurnalis Sahabat Tagana akan menjadi bagian pelengkap seluruh perjuangan dan dedikasi Tagana,” terangnya.

Menurutnya, Indonesia termasuk daerah yang rawan bencana. Indeks Resiko Bencana Indonesia mencatat ada 323 kabupaten/kota yang berpotensi tinggi atau rawan bencana alam. ”Sepanjang 2016 setidaknya ada 2.171 kejadian bencana di Indonesia. Dan berdasarkan data serta informasi bencana Indonesia jumlah korban meninggal mencapai 567 jiwa, 489 jiwa luka-luka, 2.770.814 mengungsi dan 23.628 unit rumah rusak ringan dan5.750 unit rusak berat,” ujar Khofifah.

Baca Juga :

Dari sederetan data itu, ia berharap dapat menjadi penguatan membangun kesetiakawanan, kepedulian, komitmen untuk saling melindungi dan memberikan layanan kepada yang tertimpa bencana. ”Tagana  sudah sangat terlatih dalam penanggulangan bencana. Sekarang kita perkuat kepedulian dalam pencegahan bencana. Jadi dari hulu mereka sudah terlibat, misalnya dalam hal kepedulian terhadap lingkungan. Untuk pencegahan kita bisa tanam mangrove, tanam terumbu karang, tanam pohon sebanyak-banyaknya sehingga hutan tidak gundul dan laut tidak abrasi,” ujar Khofifah.

Saat peringatan HUT Tagana, ia pun mengajak Tagana menanam bibit pohon mangrove. Penanaman rumput laut, terumbu karang, pembersihan lingkungan, serta pelepasan induk penyu sisik dan induk penyu hijau. ”Komitmen kami, terutama Tagana seluruh indonesia, memberikan dukungan buat sumber daya alam. Ketika mangrove rusak, terumbu karang rusak, mari kita tanam lagi,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kemensos Harry Hikmat mengatakan, HUT ke 13 Tagana, tidak hanya diperingati, tapi juga ada proses. Semua elemen bisa dioptimalkan. ”Membangun suatu kerelawanan sosial, bukan hanya peduli. Tapi juga harus diikuti juga dengan tindakan. Dan juga skill. Supaya bisa melakukan pertolongan,” ujarnya.

Menurut Harry, mengaktualisasikan kepedulian, kerelawanan sosial, harus diperkuat juga dengan berbagai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kita juga. Buat kementerian, bukan untuk Tagana-nya, tapi untuk kerelawanan sosial. Tagana, misinya kemanusiaan. ”Komitmen kebersamaan dengan instansi lain harus dibangun. Dengan Basarnas, TNI, Polri bahkan juga dengan gubernur, sebagai kepanjangantangan pemerintah,” pungkasnya. (dai)


loading...

Komentar telah ditutup.