Minggu, 23 September 2018 11:57 WIB
pmk

Basket NBA

Cavaliers Dihajar Spurs 74-103, Tergusur dari Puncak

Redaktur:

Lebron James dihadang Kawhi Leonard di AT&T Center, Selasa (28//3)..

INDOPOS.CO.ID  - Berbagai alasan sudah keluar dari mulut head coach Cleveland Cavaliers, Tyronn Lue tiap timnya kalah menyakitkan musim ini. Kemarin LeBron James dkk kembali tampil memalukan. Sang juara bertahan dihajar San Antonio Spurs dengan margin 29 poin, 74-103 di AT&T Center. Masih pantaskah mereka difavoritkan mempertahankan gelar?

Dilihat dari statistik yang ada, tampaknya  sangat berat. LeBron James dkk begitu labil musim ini. Rekornya kurang istimewa. Hanya 47-26.

Kekalahan kemarin pun menjadi klimaks. Cavaliers tersingkir dari puncak klasemen wilayah timur. Padahal, playoff sudah di depan mata (mulai 16 April).

Cavaliers sendiri sebelumnya tak pernah tergeser dari puncak klasemen sejak 17 November lalu. Kini Boston Celtics yang punya rekor 48-26 mengambil alih.

“Ini masa-masa yang sulit untuk kami,” ucap LeBron dilansir ESPN. “Semua orang membicarakan tim ini. Tapi, akan ada saat di mana aku akan menjawab semuanya. Sekarang kami hanya perlu bangkit dan mengeluarkan semuanya saat bertanding,” tambah LeBron.

Pada 10 Januari Cavaliers masih unggul 5,5 game dari Celtics. Namun, sejak saat itu pula Isaiah Thomas menggila. Terhitung sejak 10 Januari itu sampai saat ini Celtics membukukan rekor 25-11. Sementara Cavaliers hanya 19-17. Ini sekaligus menjadi kali pertama bagi Celtics merasakan kembali puncak klasemen wilayah timur sejak musim 2007-2008.

Lue mengaku timnya 'kehabisan bensin'. Yang bikin runyam itu terjadi di momen-momen akhir seri reguler seperti sekarang. Kebugaran jajaran pilar utama macam LeBron, Kyrie Irving, Kevin Love maupun JR Smith sedang berjamaah turun.

Kenyataan duo shooting guard Iman Shumpert dan Kyle Korver yang masih menepi lantaran cedera membuat pelatih 39 tahun itu makin pusing. “Padahal, kami memulai semuanya dengan baik. Tapi lawan benar-benar bermain jauh lebih cepat. Terutama dalam dribble dan transisi,” ucap Lue.

Lue punya kesalahan fundamental sejak awal musim. Dia terlalu memaksa big three mereka yakni LeBron, Irving, dan Love punya minutes play begitu tinggi. LeBron kini punya catatan minutes play 37,5 menit per game. Sementara Irving dan Love masing-masing 34,9 dan 31,2 menit.

Ketergantungan Cavaliers kepada big three berdampak negatif di akhir-akhir musim seperti saat ini. Performa ketiganya menurun. Hasilnya jelas terlihat dari data SportVU.

Di data itu Cavaliers kini tercatat sebagai tim paling lamban dalam membangun serangan. Mereka bahkan tak mampu mengimbangin Spurs yang tercatat sebagai tim dengan pemain rata-rata usia tertua kedua di NBA musim ini. Tim asuhan Gregg Popovich masih mampu bertengger di urutan kelima dalam hal itu.

Dalam hal defense juga demikian. Spurs tercatat sebagai tim tercepat ketiga dalam membangun pertahanan. Sementara Cavaliers hanya berada di urutan ke-26.

Cavaliers sendiri kini tinggal menyisakan sembilan laga di seri reguler. Jumat besok mereka mencoba bangkit di kandang Chicago Bulls. Namun, dengan data-data yang ada,  anda tentu sudah punya gambaran tentang peluang Cavaliers mempertahankan gelar. (irr/jpg)

Hasil Selasa  (28/3)

Magic vs Raptors              112-131

Pistons vs Knicks              95-109

Cavaliers vs Spurs            74-103

Thunder vs Mavericks    92-91

Grizzlies vs Kings                              90-91

Pelicans vs Jazz                 100-108

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #basket-nba 

Berita Terkait

Defense LeBron Jadi Pembeda

Basket NBA

Hengkang dari New York Knicks, Melo ke Thunder

Basket NBA

Trade Terbesar Irving-Thomas Bermasalah untuk Game

Basket NBA

Leonard Tidak Dianggap Bintang Basket

Basket NBA

LeBron Berpeluang Gabung Lakers

Basket NBA

Performa Drummond Buruk, Wiggins Mencuat

Basket NBA

IKLAN