Jumat, 16 November 2018 06:24 WIB
pmk

Nasional

Keberagaman Indonesia Jadi Rujukan Dunia

Presiden Afghanistan Minta Indonesia Bantu Rekonsiliasi
Redaktur:

KERJASAMA: Presiden Afganistan Mohammad Ashraf Ghani dan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, kemarin.

INDOPOS.CO.ID - Beberapa waktu belakangan Indonesia dikunjungi sejumlah pemimpin negara secara bergantian. Kemampuan Indonesia mengelola keberagaman diklaim sebagai daya tarik para pemimpin negara. Termasuk Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani yang kemarin (5/4) melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Presiden Ghani disambut dengan upacara kenegaraan sekitar pukul 15.00. Dia masuk dalam parade budaya yang berangkat dari tugu Monas menuju halaman Istana Merdeka. Presiden Jokowi menyambut di sayap kanan Istana Merdeka. Usai penyambutan kenegaraan, kedua pemimpin melanjutkan obrolan di beranda belakang Istana Merdeka.

Sedikitnya ada lima MoU yang ditandatangani pemerintah kedua negara. Masing-masing mengenai pendidikan, pertanian, statistik, reformasi administrasi publik, dan kebijakan fiskal. Kedua presiden juga sepakat menjalin kerjasama dalam hal menciptakan perdamaian. ’’Indonesia siap berbagi pengalaman mengenai rekonsiliasi perdamaian,’’ ujar Presiden Jokowi usai pertemuan bilateral.

Saat ini, proses pembangunan kompleks Indonesia Islamic Center (IIC) di Kabul sedang berjalan. Islamic Center itu nanti akan menyediakan sejumlah layanan terkait upaya mendorong penyebaran Islam yang Rahmatan lil Alamin. Mulai sarana ibadah, kesehatan, hingga pendiikan bagi masyarakat Afghanistan.

’’Pembangunan masjid Assalam di IIC telah rampung dan mampu menampung 2.200 jamaah,’’ tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Sementara, RS Indonesia akan menyusul dibangun setelah bangunan utama IIC selesai dibangun. RS tersebut diperkirakan menelan biaya pembangunan Rp 16 miliar.

Di luar itu, pemerintah Indonesia telah melatih358 warga Afghanistan dalam 47 bidang. Termasuk di dalamnya program pertanian, pemberdayaan perempuan, dan administrasi pemerintahan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia juga akan berbagi pengalaman dengan KPU Afghanistan. Kemudian, pengusaha Indonesia jga diorong bekerja sama dengan pengusaha Afghanistan.

Di luar kunjungan Presiden Ghani, Jokowi mengatakan ada beberapa hal yang menjadi daya tarik Indonesia di mata pemimpin negara. Pertama adalah penghelolaan keberagaman. Di setiap pertemuan dengan pemimpin negara, Jokowi selalu menyampaikan bahwa Indonesia sangat majemuk. Terdiri dari 17 ribu pulau, 714 etnis, dan lebih dari 1.100 bahasa lokal, namun persatuannya tergolong sangat baik.

Selain itu, dengan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mampu membuat Islam dan demokrasi berjalan beriringan. Toleransi dan pluralitas berjalan dengan baik. ’’Karena itulah kita diminta membantu rekonsiliasi dan mendamaikan,’’ tambah Jokowi. Sebelumnya, Sri Lanka sudah menyatakan bakal belajar cara rekonsiliasi Aceh untuk diterapkan di negara tersebut.

Sementara itu Presiden Ghani mengakui bahwa pemerintahannya memang sedang mengupayakan perdamaian di dalam negeri. ’’Kami menyambut upaya Indonesia dalam mewujudkan stabilitas di Afghanistan,’’ ujarnya. Peran Indonesia selalu negara dengan populasi muslim terbesar di Dunia dinanti oleh masyarakat Afghanistan.

Untuk itu, Presiden Ghani juga berkomitmen mengikuti ajakan Indonesia menciptakan wajah Islam yang Rahmatan lil Alamin di negaranya. Termasuk di dalamnya mewujudkan parisipasi yang nyata oleh perempuan bagi pembangunan di Afghanistan. (byu)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kerjasama-pembangunan 

Berita Terkait

IKLAN