Mitra BUMDes Cegah Kebocoran Pupuk Bersubsidi

INDOPOS.CO.ID – Kendala pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada ketersediaan Sumber Daya Manusia(SDM), sehingga tidak sedikit BUMDes yang dimiliki desa tidak berkembang. Sehingga, banyak ditemukan BUMDes hanya tinggal papan nama. Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal(PDT) dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke kantor Perum Bulog di Jakarta, Selasa(4/4).

Padahal, menurut Eko keberadaan BUMDes dapat meningkatkan ekonomi desa. Perlu pendampingan dan pengembangan BUMDes. Untuk penguatan manajemen BUMDes, dikatakan Eko akan langsung di bawah kewenangan Perum Bulog. Sehingga, ke depan BUMDes dapat berfungsi untuk menyalurkan hasil produksi ekonomi desa dan kebutuhan subsidi dari pemerintah.

“ BUMDes di bawah Bulog menjadi PT Mitra BUMDes. Kenapa harus Bulog, karena lebih dari 80 persen penduduk desa bertani, dan Bulog yang memiliki akses luas hingga ke tingkat desa,” katanya.

Eko menegaskan, tata kelola BUMDes tidak boleh seperti Koperasi Unit Desa(KUD). Dimana hanya cenderung mengakomodir SDM dari keluarga kepala desa(Kepdes) saja. Dengan Mitra BUMDes nanti, dia berharap dapat memberikan kemudahan kepada warga terutama pada program simpan pinjam.

Baca Juga :

Eko menambahkan, Mitra BUMDes ke depan akan menjadi tempat untuk menyalurkan kebutuhan bersubsidi, seperti pupuk dan gas. Karena, selama ini penyaluran kebutuhan bersubsidi tersebut kerap bocor.

“ Kami ingin dengan tata kelola BUMDes yang baik, penyerapan Dana Desa tidak hanya menjadi sumber pendapatan desa, tapi menjadi stimulus,” tegasnya.

Baca Juga :

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, akan segera mengimplementasikan program pengembangan ekonomi desa melalui Mitra BUMDes.

“ Untuk SDM di pusat sudah kami siapkan, selanjutnya kami akan siapkan SDM di tingkat desa. Di tingkat desa mereka harus menjadi leader yang tidak berorientasi pada financial aja, tapi harus profesional,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk memenuhi SDM pihaknya akan melakukan seleksi secara ketat. Karena, dengan SDM yang profesional program lumbung pangan di tiap desa dapat segera terwujud. Pada tahap awal, PT Mitra BUMDes menjadi mitra petani, khususnya pada pengadaan produksi pertanian.

“ Lumbung pangan akan dikembalikan untuk masyarakat desa. Warga bisa melakukan transaksi selain dikonsumsi sendiri,” katanya.

Terkait ketersediaan kebutuhan pertanian, masih ujar Djarot, Mitra BUMDes juga memenuhi kebutuhan pupuk subsidi hingga gas bersubsidi. Hanya saja, menurutnya campur tangan bisnis tersebut tetap tidak mengabaikan bisnis yang sudah ada di desa.

“ Kita tidak akan mengambil alih bisnis yang sudah dijalankan oleh warga, tetapi Mitra BUMDes akan mengembangkan pasar hingga serapan bahan bakunya,” ucapnya. (nas) 

Komentar telah ditutup.