Sabtu, 17 November 2018 10:23 WIB
pmk

Formula 1

Lewis Hamilton Rajanya di Shanghai

Vettel Belum Pernah Menang Sejak 2009
Redaktur:

Lewis Hamilton

INDOPOS.CO.ID - Seri kedua balapan Formula 1 musim 2017 bakal kembali ke Shanghai, Tiongkok akhir pekan ini. Jika pada seri pembuka bintang Mercedes Lewis Hamilton menyalahkan penggunaan ban yang mudah aus atas kekalahannya dari Ferrari, di Shanghai akhir pekan ini tantangan untuk kinerja ban bahkan lebih besar.

Begitu lepas dari start pembalap langsung dihadapkan dengan tikungan satu yang memiliki tekukan tajam. Di sana pembalap harus menginjak rem dalam-dalam kalau tidak ingin mobilnya bablas melebar dan kehilangan waktu.

Rem tersebut harus terus dipertahankan sampai tikungan dua sebelum masuk ke tikungan tiga. Dua tikungan itu akan memakan ban depan bagian kiri dengan rakus. Ini adalah sirkuit berkarakter stop-and-go yang membutuhkan power mesin besar dan akselerasi saat keluar tikungan sangat baik. Karena itu pula banyak pengamat berani memastikan bahwa kelemahan mesin Honda yang tak punya power memadai bakal ditelanjangi di Shanghai.

Jika sisi kiri ban depan akan tergerus di tikungan 1-2, maka sisi kanan ban bakal menghadapi tantangan besar di sektor terakhir. Setelah keluar dari tikungan 11, pembalap dihadapkan pada tikuangan menekuk kekanan dan terus bertahan melewati tikungan 13. Tikungan setengah lingkaran ke kanan ini memberikan tekanan kuat pada sisi kanan ban.

Pada bagian akhir pembalap memasuki trek lurus panjang 1,2 kilometer. Ini adalah trek lurus kedua terpanjang setelah Abu Dhabi. Dengan jalur lurus sepanjang itu pembalap akan menginjak pedal dalam-dalam dalam waktu cukup lama sebelum menghadapi hairpin- dan mengerem lagi- di tikungan 14.

Pada lomba pembuka di Australia, Mercedes terbukti sudah berhasil mengatasi masalah start yang menghantui sepanjang musim lalu. Namun jagoan Ferrari Sebastian Vettel menunjukkan bahwa mobilnya bisa diajak berlama-lama menggunakan ban yang sudah berumur. Strategi pit stop lebih awal yang dilakukan Hamilton pada balapan tersebut dianggap sebagai biang kerok kekalahannya di seri Australia. Tapi semua itu dibantah Bos Mercedes Toto Wolff yang menegaskan bahwa tidak ada urusan kekalahan itu dengan strategi. Karena menurutnya jawabannya sedehana: ''Ferrari lebih cepat dari Mercedes”.

Tapi tidak begitu dengan Hamilton. Dalam sesi jumpa pers usai balapan di Melbourne pembalap Inggris itu meminta timnya untuk menemukan solusi agar ban yang dipakainya tidak mudah aus. ''Ada satu wilayah yang harus kami kerjakan dengan serius, yakni masa pakai ban. Kami sudah mengerti dimana kelemahan kami dan akan berupaya untuk melakukan perubahan,'' ucap Hamilton dilansir GP Update.

Menurutnya, meski terlihat lebih tahan lama ban baru tahun ini sebenarnya memiliki karakter yang sama dengan tahun lalu. Misalnya dalam hal temperatur yang terlalu mudah overheat, lalu permukaannya tergerus, dan habis. ''Tahun lalu ada Soft dan Super soft, (tahun ini) sepertinya permukaan ban tersebut lebih keras 1 atau 2 tingkat, jadi umurnya sedikit panjang. Tapi, dinamikanya tidak berubah,'' lanjutnya.

Hamilton adalah pembalap tersukses di Shanghai. Pernah menang bersama McLaren pada 2008 dan 2011, kemudian dengan Mercedes 2014-2015. Mercedes juga mesin yang mendominasi di trek sepanjang 5,4 kilometer ini dengan memenangi tujuh dari sembilan balapan di Shanghai.''Kami telah menyelesaikan PR kami yang didapat dari Melbourne (GP Australia),'' aku Wolff dalam siaran pers resmi Mercedes.

Namun Ferrari memasuki musim ini dengan modal besar. Mobil bagus yang mendominasi sesi uji coba pra musim dan pembalap yang haus kemenangan. Paket mobil hebat ini telah melambungkan kembali kepercayaan diri Sebastian Vettel yang sempat frutasi karena melakoni musim lalu tanpa satupun kemenangan.

Podium tertinggi di Australia tentu semakin membakar semangat bertarungnya jelang GP Shanghai akhir pekan ini. Bahkan para pengamat memprediksi duel persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini akan menjadi milik Hamilton dan Vettel. ''Yang anda lihat saat ini (kemenangan di Australia) hanyalah puncak dari gunung es. Pondasinya dibangun dengan sangat kuat di Maranello (markas Ferrari). Banyak orang telibat dan bertanggung jawab tentang apa yang terjadi di balapan,'' ucapnya dilansir Crash.

Vettel baru sekali menang di Shanghai. Itupun sudah lama sekali ketika masih membalap untuk Red Bull-Renault pada 2009. Bahkan di masa emasnya saat merengkuh empat gelar juara 2010-2013, pembalap Jerman itu tidak pernah sampai ke podium teratas. (cak/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 

Berita Terkait

IKLAN