Kamis, 20 September 2018 08:13 WIB
pmk

Formula 1

Cuaca Buruk Bikin Kacau GP Shanghai

Ban Intermediate Lebih Cepat Tujuh Detik
Redaktur:

BURUK: Sirkuit Shanghai tidak bisa digunakan akibat cuaca buruk.

INDOPOS.CO.ID - Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, cuaca buruk mengganggu jalannya rangkaian seri kedua balapan Formula 1 (F1) di Shanghai. Akibat hujan dan kabut tebal sesi latihan bebas bebas kedua dibatalkan. Bahkan sempat muncul wacana untuk memajukan jadwal lomba menjadi Sabtu hari ini.

Gangguan sudah terjadi semenjak sesi latihan bebas pertama (FP1). Dua kali red flag dikibarkan karena karena situasinya dianggap berbahaya bagi pembalap untuk turun ke sirkuit. Butuh waktu 45 menit sebelum sesi latihan pertama benar-bena bisa dimulai dalam kondisi yang memadai.

Namun tak berselang lama, race direction kembali menghentikan jalannya latihan. Penyebabnya adalah kondisi cuaca di area Shanghai yang memburuk. Kondisi tersebut membuat wilayah Shanghai tidak bisa didarati helikopter. Khususnya helikopter medis yang jika dibutuhkan harus membawa pembalap dari sirkuit ke rumah sakit terdekat.

“Aku tahu di sekitar sini banyak helikopter yang terbang, tapi semuanya tidak bisa mendarat dengan mudah,'' ucap Race Director Charlie Whitting.

Sementara rumah sakit terdekat dari sirkuit berjarak 38 kilometer. Artinya butuh waktu 20 menit untuk menjangkaunya lewat jalur darat. Itu mustahil dilakukan karena terlalu lama. Setelah sempat membaik saat sesi FP1 seharusnya sudah berlangsung 47 menit, trek dibuka kembali.

Hujan sudah tidak turun tapi trek masih basah. Semua pembalap yang turun menggunakan ban basah dan tidak lama kemudian menggantinya dengan intermediate. Pergantian tersebut membuat dua pembalap Haas-Ferrari Romain Grosjean dan Kevin Magnussen tergelincir. Pada sesi tersebut pembalap Red Bull-TAG Heuer Max Verstappen menjadi yang tercepat dengan ban intermediate. Catatan waktunya 1 menit 50,491 detik 1,5 detik di depan Felipe Massa (Williams-Mercedes).

Dari 20 mobil yang turun di FP1 total hanya menyelesaikan 88 lap. Race direction mendapatkan laporan tentang cuaca dari bandara setiap 10 menit sekali. Tapi setelah 90 menit sesi FP1 dijadwalkan berlangsung kondisinya tak juga membaik. Setelah melewati masa istirahat dan kabut pekat tetap menyelimuti sirkuit diputuskan bahwa FP2 dibatalkan.

FIA bersama tim dan pembalap mengadakan pertemuan untuk membahas situasi terakhir. Termasuk kemungkinan balapan dimajukan Sabtu (hari ini). Karena menurut perakiraan, cuaca hari ini jauh lebih baik dari ketimbang kemarin dan juga besok.

Tapi FIA yakin bahwa cuaca besok akan lebih baik. Awan tidak akan terlalu rendah seperti kemarin. Juga tidak terkonsentrasi di sekitar sirkuit. Pergerakan angin yang juga cukup besar membuat FIA yakin untuk mempertahankan jadwal balapan besok. ''Dengan posisi awan yang lebih tinggi peluang helikopter untuk bisa mendarat dengan baik cukup besar,'' ucap Whitting dikutip Crash.

Direktur Teknis Mercedes yang baru James Allison menyatakan, tanpa turun di sesi latihan bebas hari pertama berarti semua tim akan menghadapi kualifikasi dan balapan tanpa data yang cukup mengenai ban. Misalnya berapa lama ban-ban tersebut akan habis dan perbedaan performa antara satu jenis ban dengan lainnya. ''Data tersebut sangat penting untuk menentukan strategi balap,'' ucapnya dalam rilis resmi Mercedes.

Namun dari sesi FP1 didapat satu gambaran kecil yang juga penting.Yakni ban intermediate yang baru bisa lebih cepat hingga tujuh detik setiap lap. Ini melebihi prediksi performa ban-ban jenis lainnya dimana setiap lapnya bertambah 4-5 detik.

Data tersebut didapat dari catatan waktu Max Verstappen di FP1. Dibandingkan dengan tahun lalu, di sirkuit yang sama, ban dengan pelipit hijau tersebut terbukti lebih cepat. Tahun lalu ban intermediate digunakan pada hari Sabtu, pada sesi latihan bebas ketiga.

''Hari ini (kemarin) adalah balapan debut dimana spesifikasi ban basah dan intermediate yang baru digunakan. Memang dari sisi performa belum bisa mendapatkan gambaran utuh, tapi secara waktu lap Max Verstappen hasilnya tujuh detik lebih cepat,'' ucap  Head of Racing Car Pirelli Mario Isola. Dalam catatan Pirelli pada FP1 kemarin, 20 pemabalap dari 10 tim menempuh jarak total 473 kilometer. Padahal di hari yang sama pada GP Australia dua pekan silam, para pembalap menyelesaikan 5.024 kilometer.   (cak)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 

Berita Terkait

IKLAN