Minggu, 18 November 2018 11:12 WIB
pmk

Formula 1

Penampilan Verstappen Menggila

Terbukti Jadi Pebalap Terbaik Shanghai
Redaktur:

Pebalap Max Verstappen memang berada (depan) memang berada diurutan ketiga pada hasil akhir seri kedua balapan Formula 1 (F1), tapi bukan Hamilton sang juara jadi pebalap terbaik, justru diraih Verstappen.

SHANGHAI-Seri kedua balapan Formula 1 (F1) baru saja selesai dihelat. Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton menjadi pemenang, disusul Sebastian Vettel dan Max Verstappen di belakangnya. Atau di posisi kedua dan ketiga. Hamilton boleh saja senang dengan raihan ini. Namun, penghargaan pembalap terbaik di F1 GP China justru jatuh kepada Verstappen.

Pebalap berusia 19 tahun asal Belanda ini terpilih sebagai pembalap terbaik F1 GP China berdasarkan poling. Untuk pertama kalinya, penghargaan ini ditentukan berdasarkan poling dari fans F1 seluruh dunia. Finis ketiga sudah menjadi raihan yang luar biasa untuk Verstappen. Sebab, dia memulai lomba dari urutan 16, tepatnya dari grid 8 bersama Stoffel Vandroorne dari tim McLaren-Honda.

Posisi tiga yang diraih Verstappen jelas tak mudah. Dia perlu terlibat beberapa duel dengan pebalap lain, yang notabene punya nama besar dan seniornya di dunia balap jet darat. Dia bangkit saat balapan menyisakan tiga laps. Yang menjadi lawan duelnya adalah rekan setimnya sendiri, Daniel Ricciardo. Keduanya memperebutkan posisi ketiga.

Vertappen juga sempat coba menyalip Vettel untuk merangsek ke tempat kedua. Namun sayang dia gagal dan harus puas dengan finis di belakang pembalap juara seri sebelumnya, di Qatar. Verstappen membalap sempurna kemarin sekaligus membuktikan jika namanya layak menyandang gelar jagonya balapan basah saat ini.

“Tidak seperti di Melbourne overtaking di Shanghai sedikit lebih mudah. Tapi dengan mobil yang lebih lebar kita lihat nanti,'' ucapan Versttappen begitu tahu dia bakal start dari posisi 16. Namun bagi pembalap 20 tahun tersebut, “lebih mudah” bisa berarti “sangat gampang”.

Kesempurnaan performa Verstappen itu sedikit ternoda ketika dia mendapat tekanan dari Vettel yang memburunya untuk merebut posisi kedua. Pada lap ke-26 saat memasuki hairpin Verstappen mengalami lock up roda depannya sehingga memudahkan Vettel melewatinya dan mengamankan posisi kedua. Meski persaingan juara terjadi antara Hamilton dan Vettel, tapi pertujukan utama GP Shanghai adalah kegilaan Verstappen.

''Aku sangat menikmati lap-lap pertamaku saat melibas sembilan mobil sekaligus. Lalu dari sana aku melakukan oivertaking yang hebat lainnya,'' ucap Verstappen dikutip Crash. Dia juga menyayangkan aturan blue flag yang terlalu longgar karena di saat-saat krusial jalur balapnya ditutupi pembalap Haas Romain Grosjean yang seharusnya menepi karena overlap. Dia menyebut jika tidak terganggung dengan traffic peluangnya cukup besar untuk finis runner up.

Dengan berbagi masing-masing satu kemenangan di dua seri pembuka Hamilton memprediksi tahun ini akan menjadi pertarungan perebutan gelar juara dunia paling sengit sepanjang karirnya. ''Kalau bukan salah satu yang paling ketat, mungkin ini akan menjadi yang paling ketat sepanjang karirku,'' ucap Hamilton usai balapan dilansir Sky Sports. (cak/viv/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 

Berita Terkait

IKLAN