Senin, 24 September 2018 01:04 WIB
pmk

Ekonomi

Cadev Maret Meroket USD 1,9 Miliar

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ilustrasi

INDOPOS.CO.ID-Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa (Cadev) Maret 2017 sejumlah USD 121,8 miliar. Naik USD 1,9 miliar dibanding posisi Februari. Padahal, akhir maret lalu pemerintah baru menjajakan sukuk global senilai USD 3 miliar.

Artinya, Cadev Maret itu telah memasukkan penerbitan global sukuk pemerintah. Sebelumnya, Indonesia pernah mencatat cadev mencapai USD 124,6 miliar. Namun, besaran cadev itu terjadi sebelum krisis menghantam benua Eropa.

BI mencatat cadev Maret 2017 tidak berdiri sendiri. Tetapi, dipengaruhi penerimaan devisa berasal dari penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

”Penerimaan devisa itu melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo,” tutur Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.

Menurut Mirza, BI juga memastikan posisi cadev per akhir Maret 2017 itu cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. ”Cadev itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” tukas Mirza.

Sebetulnya, peningkatan cadev Maret itu sudah dapat ditebak. Maklum, sentimen pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik cukup positif. ”Ada ekspektasi kenaikan rating Standard & Poor's (S&P) akan diumumkan awal April,” tambah Ekonom Bank Permata (BNLI) Josua Pardede.

Cadev lanjut Joshua juga ditunjang aliran modal masuk (Capital inflow) di pasar saham dan obligasi mencapai hampir USD 3 miliar sepanjang kuartal pertama. Capital inflow itu ditopang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) relatif stabil di kisaran Rp 13.300 per USD.

Di samping itu, kinerja perdagangan Indonesia selama kuartal pertama tahu ini juga diperkirakan lebih baik dibanding tahun lalu. Itu sejalan perbaikan harga komoditas dunia. Fitnah Donald Trump diyakini juga tidak banyak memberi efek negatif. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-indonesia #devisa 

Berita Terkait

Cegah Melemah, Transaksi Pakai Rupiah

Nasional

BI Yakin Mampu Lewati Tekanan terhadap Rupiah

Headline

Anies Senang BI Permudah DP Rumah

Jakarta Raya

IKLAN