Selasa, 20 November 2018 06:58 WIB
pmk

Moto GP

Karakter Race di Sepang dan Austin Nyaris Sama

Rossi Pimpin Klasemen meski Belum Raih Gelar
Redaktur:

Valentino Rossi

INDOPOS.CO.ID -  MotoGP Malaysia 2015, jadi balapan tersuram bagi Valentino Rossi. Satu kesamaan dari race di Sepang dan seri Austin kemarin, The Doctor, julukan Rossi, ada di puncak klasemen usai menjalaninya. Race di sepang 2015 adalah salah satu balapan yang akan dikenang lama penggemar MotoGP.

Seperti diketahui, Rossi yang ketika itu sedang bersaing ketat dengan Jorge Lorenzo dianggap bersalah karena menjatuhkan Marc Marquez ketika berduel di atas trek. Rossi cuma finis ketiga pada MotoGP Malaysia 2015 itu. Tapi hasil tersebut sudah cukup untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Rossi masih memimpin dengan 312 poin, hanya unggul tujuh poin dari Lorenzo di bawahnya.

Itu adalah kali terakhir Rossi berada di puncak klasemen MotoGP. Pada balapan penutup musim 2015 yang dilangsungkan di Valencia, The Doctor tak bisa mempertahankan posisi itu setelah dihukum memulai race dari posisi paling belakang. Dia pun gagal jadi juara dunia musim tersebut.

Delapan belas bulan setelah puncak klasemen terakhirnya, Rossi kembali berdiri di tempat tersebut, di atas seluruh pesaingnya. Dia bertengger di puncak klasemen setelah finis kedua pada MotoGP Austin 2017. Memuncaki klasemen diraih Rossi sebagai buah konsistensinya: finis di atas podium pada tiga balapan awal musim. The Doctor mengungguli Maverick Vinales dengan selisih enam poin. Sementara atas Marquez ada 18 angka pemisah.

“Saya tidak tahu kenapa, tapi saya sudah optimistis sejak di Qatar. Mungkin saya orang gila yang melihat segalanya dari sisi positif saat justru tengah putus asa. Saya punya 23 poin lebih banyak dibanding tahun lalu. Ini juga jadi hasil terbaik saya di Austin dan saya berada dekat dengan Marquez,” ucap Rossi sambil tertawa dalam wawancaranya dengan GPOne.

Rossi punya kans untuk mempertahankan puncak klasemen yang dia miliki pada balapan selanjutnya yang dilangsungkan di Jerez. Dalam tiga tahun terakhir dia selalu naik podium di sana, termasuk jadi juara di musim 2016 kemarin.

Sementara Lorenzo belum mampu meraih podium dalam tiga seri awal MotoGP musim ini. Namun, performanya bersama Ducati di Amerika Serikat diklaim jauh lebih baik. Lorenzo belum mampu mendapat capaian terbaiknya bersama Ducati musim ini. Pada seri pertama MotoGP 2017 di Qatar, mantan pebalap Movistar Yamaha itu cuma bisa menyelesaikan balapan di posisi 11.

Pada seri kedua yang berlangsung di Argentina, pria asal Spanyol itu memperoleh hasil yang lebih buruk. Lorenzo gagal finis setelah terjatuh di tikungan pertama selepas start. Hasil-hasil mengecewakan Lorenzo bukan sekadar karena performa dirinya, namun ada faktor motor Ducati Desmosedici yang sejauh ini memang sulit untuk dikendalikan. Hal serupa juga pernah dialami Rossi saat jadi pebalap Ducati di 2011 dan 2012.

Akan tetapi, usai balapan di Circuit of the America, Austin, Amerika Serikat, Minggu (23/4), Lorenzo merasa 'kebersamaannya' dengan motor Ducati Desmosedici sudah lebih baik sekalipun cuma finis di posisi ke-9. “Sekarang jauh lebih nyaman daripada di Qatar. Posisi saya di motor lebih natural, bahkan sedikit lebih baik dibandingkan di Argentina. Yang paling penting merasa nyaman di atas motor dan untuk merasa alami. Juga untuk mampu menekan, serta masuk ke tikungan dengan kepercayaan diri dan positif. Balapan ini tidak sempurna, saya tetap di belakang Andrea, yang tahu betul tentang motor karena sudah lima tahun di tim. Sementara saya belum memahaminya,” kata Lorenzo dikutip Crash.

Lorenzo gagal mempertahankan posisi di fase akhir MotoGP Austin. Dia dilewati Andrea Iannone dan Danilo Petrucci hingga harus puas finis kesembilan. Lorenzo memulai balapan MotoGP Austin, Senin (24/4) dinihari WIB dengan harapan memetik hasil signifikan, usai dua seri pertama yang mengecewakan. Rider Ducati itu cuma finis ke-11 di Qatar dan gagal finis akibat terjatuh di Argentina. (dts/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp 

Berita Terkait

IKLAN