Senin, 19 November 2018 11:03 WIB
pmk

Moto GP

Gagal, Pembalap Salahkan Ban

Redaktur:

Pembalap andalan Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro

INDOPOS.CO.ID – Pembalap andalan Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro mengaku tidak ingin mengingat gelaran seri ketiga MotoGP Grand Prix (GP) Amerika Serikat, Senin (24/4) dini hari WIB. Dalam laga di Sirkuit Austin itu, Espargaro harus puas finis di posisi buncit.

“Sejak lap pertama, saya mempunyai perasaan yang buruk terhadap ban depan motor. Saya menganggap itu disebabkan karena kondisi full tangki motor, tapi nyatanya kondisi lap ke lap semakin buruk. Bahkan saya hanya berusaha membawa motor agar tidak terjadi tabrakan,” ungkap Espargaro, dikutip situs resmi MotoGP, Rabu (26/4).

Pembalap asal Spanyol itu terpaksa dipanggil ke pit dan mengganti ban depannya karena situasi dianggap semakin menyulitkan sang rider. Espargaro pun menegaskan tidak pernah berpikiran untuk masuk ke pit selama balapan berlangsung. Ia menganggap pit stop bisa membuat kerja keras timnya terlihat tidak dihargai.

Namun pada balapan di Austin, ia terpaksa masuk ke pit. Usai melakukan pergantian ban, pembalap berusia 27 tahun itu pun tetap belum bisa menaklukkan Sirkuit Austin dan finis di posisi 17, alias menjadi rider terakhir yang menyelesaikan balapan kala itu.

“Ketika saya kembali balapan dengan ban baru, saya balapan sesuai dengan kecepatan saya. Hal itu sesuai dengan ekspektasi tim. Kini, saya hanya ingin melupakan balapan (di Austin) secepatnya. Saya akan berjuang keras untuk penampilan di Eropa!” tutup Espargaro.

Sementara pembalap Tim Octo Pramac Scott Redding mengatakan, keputusannya untuk memilih ban keras pada motornya berujung pada kekecewaan pada hasil adu balap di GP Amerika Serikat yang digelar di Sirkuit Austin itu. “Saya dibuat frustrasi dengan ban depan motor! Saya tidak tahu masalah ada pada saya atau motor. Tapi nyatanya, saya bisa bertahan selama latihan, namun saya kesulitan saat balapan,” ungkap Redding mengutip dari Crash, Rabu (26/4).

Pembalap berusia 24 tahun itu juga mengaku sangat menyesali keputusannya dalam memilih ban untuk motor GP16 buatan Ducati yang menjadi tumpuan timnya. Redding sendiri merasa jika ban medium Michelin merupakan opsi terbaik, namun pada akhirnya ia memilih ban keras yang berujung pada penyesalan sang rider.

“Saya merasa ban keras mempersulit balapan. Ducati menyarankan ban lunak, tapi saya memilih ban yang keras. Saya juga bisa saja memilih ban medium, tapi saya terlalu takut untuk memilihnya. Sangat sulit membuat keputusan. Saya tidak tahu apakah itu karena ban, pengaturan motor, atau karena kondisi lintasan. Tapi saya rasa ban medium seharusnya jauh lebih baik bagi saya,” celoteh Redding, pembalap asal Inggris itu kecewa. (oks/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp 

Berita Terkait

IKLAN