Selasa, 25 September 2018 04:22 WIB
pmk

Moto GP

Iannone Revisi Target Juara, Ducati Diminta Berpikir Jangka Panjang

Redaktur:

Duo pebalap Ducati Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso terlibat insiden jelang finish di GP Argentina, Minggu (3/4/2016) atau Senin (4/4/2016) dinihari WI B.

INDOPOS.CO.ID – Pembalap grand prix (GP) motogp (Andrea Dovizioso menyebut Ducati perlu mulai berpikir jangka panjang untuk meningkatkan performa motor di MotoGP. Apalagi ia memprediksi mungkin Ducati harus menunggu sampai tahun depan untuk bisa sepenuhnya kompetitif.

Dovizioso finis keenam di Austin akhir pekan lalu, terpaut 14 detik dari rider Repsol Honda Marc Marquez yang menjadi pemenang. Sementara itu Jorge Lorenzo menyudahi balapan di posisi sembilan. Itu menjadi posisi finis terbaik Lorenzo sejak bergabung dengan Ducati.

Dengan Ducati menjalani musim dengan ambisi menjadi penantang serius kemenangan di setiap balapan dan bahkan gelar juara dunia seiring dengan datangnya Lorenzo, Dovizioso menyebut timnya harus mulai berpikir jauh ke depan.

"Apa yang terjadi saat ini tidaklah bagus. Dibandingkan tahun lalu kami sudah dapat melihat sudah lebih dekat (ke rider terdepan), tapi saat ini kami belum sekompetitif keinginan. Tak ada rencana yang terperinci dan inilah aspek terpenting. Sekarang waktunya untuk membuat tabel rencana dan bicara masa depan. Kami tak perlu lagi bicara soal Jerez, Le Mans, atau Mugello (tiga seri berikutnya) karena kami adalah tim pabrikan dan kecepatan macam ini takkan membuat kami dapat bersaing untuk kejuaraan dunia,” ujar Dovizioso di Autosport.

Untuk kompetitif, nilai Dovizioso mengatakan, bergantung pada sejumlah faktor, jadi entah apakah sudah mulai dari akhir tahun ini atau tahun depan. “Anda tak bisa memprediksi berapa bulan yang diperlukan untuk membuat perubahan,” sindirnya.

Sementara Andrea Iannone mengakui ekspektasinya di tahun pertama dengan tim Suzuki Ecstar kelewat tinggi, setelah mendapat poin pertamanya akhir pekan lalu. Ia pun akan menurunkan ekspektasi. Tahun ini, dia menjalani musim pertamanya dengan Suzuki, setelah sebelum ini menghabiskan empat musim bersama Ducati -- di seluruh musim-musim awalnya pada kelas primer.

Rider Italia 27 tahun itu mengawali dengan crash di Qatar saat sedang bersaing untuk posisi dua, finis di posisi 16 pada balapan di Argentina setelah penalti akibat jump-start, dan finis pada posisi tujuh di Austin. “Tentu saja dua balapan awal sangat sulit. Kami tak pernah kompetitif sesuai keinginan," kata Iannone kepada Sky Italia yang dikutip Motorsport.com.

Mungkin ekspektasinya, sesal Iannone, kelewat tinggi. “Kini kami mesti menurunkannya sedikit, kami bisa berusaha menyeimbangkan diri sendiri, dan membawa pulang apa yang mampu kami raih untuk saat ini. Kami sudah tahu apa yang harus kami lakukan agar bisa lebih baik lagi dan kami mengusahakannya," tuturnya.

Dengan sembilan poin berkat hasil di Austin, Iannone kini menempati posisi 15 papan klasemen berkat finis ketujuh di Austin. Inilah pencapaian terendahnya setelah tiga seri awal musim balapan di kelas primer.

“Tentu saja saya tak puas dengan hasil yang sudah saya capai karena kami ada di sini untuk mencapai puncak dan pada saat ini kami belum mampu melakukannya. Tapi saya harus segera melakukannya karena saya ingin bertarung dengan pebalap-pebalap teratas di kategori ini,” tutpnya. (dts/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp 

Berita Terkait

IKLAN