Minggu, 18 November 2018 03:28 WIB
pmk

Formula 1

Bottas-Raikkonen Punya Rekor Bagus di Russia

Redaktur:

Bottas dan Raikkonen

INDOPOS.CO.ID - Di saat persaingan panas balapan Formula 1 (F1) terjadi antara Lewis Hamilton (Mercedes) dan Sebastian (Ferrari), dua rekan satu tim mereka seperti terlupakan. Bintang baru Mercedes Valtteri Bottas dan Kimi Raikkonen di kubu Ferrari kehilangan porsi pemberitaan di tengah sengitnya pertarungan dua tim top. Padahal dua pembalap Finlandia itu punya peran besar dalam menentukan gelar juara konstruktor di akhir musim.

Ekspektasi besar sempat muncul bahwa pertarungan tak hanya milik Hamilton dan Vettel di Bahrain. Saat itu Bottas secara mengejutkan menyabet pole position. Bos Mercedes Toto Wolff dan Non Executive Chairman Niki Lauda langsung berkomentar bahwa hasil tersebut membuktikan bahwa pilihan mereka mendatangkan Bottas menggantikan juara dunia 2016 Nico Rosberg tepat.

Sayang ketika balapan berlangsung Bottas tertimpa masalah teknis dimana generator untuk memanaskan ban di grid rusak. Sehingga tekanan ban belakang terlalu tinggi. Karena kurang kompetitif, Bottas harus menerima kenyataan timnya sampai dua kali memerintahkannya memberi jalan kepada mobil Hamilton karena lebih berpotensi bertarung dengan Vettel.

Di Rusia pekan ini, Bottas punya peluang besar untuk unjuk gigi. Saat masih membela Williams pada 2014 dia mampu finis podium di belakang Hamilton dan Rosberg. Bottas sendiri tidak pernah finis podium dua kali di venue yang sama sepanjang karirnya di F1. Tapi dengan potensi besar mobil Mercedes tahun ini, dia bisa memperbaiki rekornya sendiri.

Di Russia 2014 itu pula, Bottas mencatatakan fastest lap. Catatan waktunya 1 menit 40,896 detik. Penting diinformasikan bahwa di Russia tidak pernah ada satu pembalap yang mampu mencetak fastest lap lebih dari dua kali. Pada 2015, Hamilton membukukan fastest lap. Sementara tahun lalu giliran Rosberg.

Bottas sendiri secara tegas mengatakan sudah semakin dekat dengan kecepatan Hamilton saat ini. Pole position di Bahrain menjadi buktinya. ''Dia (Hamilton) sudah pasti rekan satu tim tercepat yang pernah aku miliki sejauh ini. Tapi itu sudah aku prediksi jauh-jauh hari. Dia adalah juara dunia tiga kali dan telah memenangi banyak balapan. Namun yang aku lihat adalah, sangat mungkin bagiku untuk menyamai dia,'' yakinnya.

Sochi digadang-gadang sebagai trek yang cocok dengan mobil Mercedes. Kombinasi pas antara sirkuit yang membutuhkan power mesin besar dan suhu udara dingin sangat menguntungkan tim Silver Arrows. Di Bahrain, sebenaranya karakter treknya juga menguntungkan Mercedes W08 karena sifatnya yang power-sensitive. Tapi suhu udara tinggi yang membuat degradasi ban menjadi tinggi menyulitkan Mercedes. Permukaan trek yang masih mulus juga ikut memengaruhi usia ban menjadi lebih lama.

Raikkonen juga tangguh di Russia. Tahun lalu, Ice Man finis di podium ketiga di belakang Rosberg dan Hamilton. Sayang tahun ini Raikkonen seperti kesulitan beradaptasi dengan mobil baru. Mantan pelatih balapnya di Formula Renault Rob Wilson menyebut gaya balap Raikkonen tidak seefektif Vettel dan Hamilton ketika melibas tikungan. Dia masuk dengan kecepatan terlalu tinggi di tikungan lalu sedikit melebar di tengah, dan kesulitan mendapatkan garis balap yang pas saat keluar. ''Terlalu banyak spin. Dan gaya seperti itu berpengaruh langsung pada durasi ban,'' ucapnya dikutip Motorsport.

Raikkonen sendiri jujur mengakui bahwa butuh waktu untuk kembali ke kecepatan maksimal yang diinginkan. ''Mustahil untuk bisa langsung cepat dan kami memang masih belum bisa, karena banyak faktor,'' ungkapnya. Dia mengaku sedang fokus pada hal-hal kecil untuk memperbaiki performanya, baik di kualifikasi maupun balapan. Karena dia sadar potensi mobilnya untuk bertarung merebut podium sangat besar.

Saat ini Ferrari memimpin klasemen kosntruktor dengan keunggulan tiga poin, Tapi tekanan besar kepada Raikkonen akan semaki membesar jika Mercedes kembali merebut posisi puncak di tengah musim nanti. Satu kali balapan hebat akan mengembalikan performa terbaiknya seperti saat mengungguli Vettel di paro kedua musim lalu. Tapi dengan perolehan poin yang sudah tertinggal dua kali lipat dari Vettel (68-34) sulit bagi Raikkonen mempertahankan kursinya di Ferrari tahun depan.  (cak)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 #boks 

Berita Terkait

IKLAN