Megapolitan

Empat Kecamatan di Bekasi Rawan Terjadi Kebakaran

Redaktur:
Empat Kecamatan di Bekasi Rawan Terjadi Kebakaran - Megapolitan

Ilustrasi: Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan kobaran api.

INDOPOS.CO.ID - Empat wilayah di Kota Bekasi rawan terjadi kebakaran. Bahkan, akhir tahun 2016 lalu jumlahnya sudah mencapai 156 kasus kebakaran. Penyebabnya, karena  kelalaian manusia dan minimnya  bangunan menggunakan standar opersional.

”Masih banyak sekali kebon kosong dan semak yang  potensinya sangat tinggi untuk terjadi kebakaran,” kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kebakaran, pada Dinas Kebakaran Kota Bekasi, Agus Enap, kepada INDOPOS, Kamis (4/5).

Agus menambahkan, keempat daerah yang rawan itu berdasarkan hasil index tingkat kerawanan diatas 2.81. Keempatnya adalah Kecamatan Pondokgede, Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Mustikajaya, dan Kecamatan Medan Satria. “Rata-rata dalam setahun tingkat kebakaran diatas 10 kasus per kecamatan,” ujarnya.

Agus  menjelaskan, factor tingginya index tingkat kerawanan itu di akhir tahun 2016 lalu mencapai 156 kasus. Penyebabnya, rata-rata hubungan arus pendek, dan kelalaian manusia. Ditambah lagi, dari empat wilayah itu masih banyak sekali semak atau bahan yang mudah terbakar. “Termasuk banyaknya industry di empat wilayah tersebut,” jelasnya.

Namun, di tahun 2015 lalu, jumlah kasus kebakaran kata Agus, jumlahnya mencapai 185 kasus.  Turunnya angka kebakaran itu disebabkan factor cuaca. Dimana, tahun 2016 lebih didominasi dengan musim hujan. ”Kecuali musim panas, maka besar kemungkinan tingkat kebakaran semakin  tinggi,” imbuhnya.

Agus menjelaskan, saat ini, jumlah kendaraan mobil pemadam berjumlah 19 nit. Jumlah itu terbagi dengan ukuran 4000 liter sampai 8000 liter per satu unit mobil. ”Itu pun hanya 16 mobil yang bisa dioperasikan. Tiga mobil lainnya sedang mengalami rusak,” jelasnya.

Atas jumlah persediaan mobil pemadam itu, kata Agus, masih jauh dari ideal. Sebab, perbandingan dia, bila jumlah penduduk 2.4 juta jiwa maka kebutuhan mobil pemadam layaknya mencapai 80 unit. ”Kalau 80 unit sudah tentu bisa menaruh di tiap-tiap kelurahan,” ucapnya.

Meski begitu, Agus mengaku, akan melakukan verifikasi kepada bangunan yang tidak memenuhi persyaratan bentuk pencegahan kebakaran. Salah satunya, setiap bangunan rumah pertokoan (Ruko) wajib memiliki anak tangga darurat yang ada di belakang bangunan. “Termasuk memiliki alat pemadam seperti Avvar,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Raynold Tambunan mengatakan, adanya index kerawanan potensi kebakaran harusnya pemerintah daerah menyeleksi bagi bangunan yang tidak memiliki standar pelayanan pencegahan kebakaran. “Kalau tidak memiliki persyaratan itu, bila perlu tidak dikeluarkan izinnya,” imbuhnya.

Reynold menambahkan, sekarang ini banyak keluhan warga terkait keberadaan regu pemadam kebakaran. Salah satunya, lamanya akses penanganan kebakaran. Seharusnya, pihak pemadam bisa menangani lebih cepat apabila terjadi kasus kebakaran. ”Biasanya karena jarak yang jauh, makanya harus ada penambahan personil dan armada biar bisa ditempatkan di masing-masing kecematan,” tandasnya. (dny)

TAGS

Berita Terkait

Nasional / Riau Siaga Darurat Kebakaran hingga Oktober 2019

Megapolitan / Toko Bangunan di Cilandak Ludes Terbakar

Jakarta Raya / 250 Rumah Permukiman Padat Penduduk Ludes Dilalap Api

Internasional / Inggris Butuh 3,1 Juta Rumah Sosial


Baca Juga !.